Magetan (beritajatim.com) – Tanpa ada tanda-tanda cuaca buruk, bangunan dapur serta kamar mandi rumah Painem (73), seorang lansia tunanetra, dan anaknya Aryo Widodo (40), yang menyandang disabilitas fisik, tiba-tiba roboh. Insiden ini terjadi di Dukuh Mojogedhang, Desa Banjarejo, Kecamatan Ngariboyo pada Rabu (13/11) pukul 22.00 WIB.
“Saat kejadian, saya belum tidur, masih duduk di ruang tamu sambil menonton TV. Tiba-tiba terdengar suara keras, awalnya saya kira kucing, ternyata dapur roboh. Kejadiannya sekitar pukul 22.00,” ujar Aryo Widodo, penghuni rumah tersebut.
Aryo yang memiliki keterbatasan fisik tidak dapat segera bergerak cepat saat insiden terjadi. Ia mencari senter untuk melihat kondisi, sementara ibunya, yang juga sudah lanjut usia dan tidak bisa melihat, harus dibantu. Warga yang menyaksikan kejadian tersebut segera melaporkannya ke pihak desa.
Aryo mengaku khawatir, terutama terkait kebutuhan ibunya untuk menggunakan kamar mandi yang sekarang ikut ambruk. “Kami berharap bantuan dari pemerintah agar bangunan yang rusak ini bisa segera diperbaiki,” harap Aryo.
Sastro Kasrin (75), salah seorang saksi mata, menuturkan bahwa saat kejadian ia belum tidur dan mendengar suara keras. Ketika ia keluar, terlihat bangunan yang roboh. “Bangunan itu memang sudah tua,” jelasnya.
Sementara itu, Sabar, Perangkat Desa setempat, mengungkapkan bahwa bangunan roboh akibat faktor usia. Diperkirakan, bangunan tersebut sudah usang dan materialnya sebagian besar menggunakan bata yang direkatkan dengan tanah, bukan semen.
“Ini bangunan dapur aktif milik Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang menyandang disabilitas. Syukurlah, saat kejadian, semua penghuni berada di ruang tamu sehingga tidak ada korban jiwa,” katanya.
Kasus ini sudah dikoordinasikan dengan berbagai pihak, dan diharapkan keluarga yang terdampak mendapatkan bantuan karena mereka merupakan KPM yang perlu perhatian khusus. Warga dijadwalkan mengadakan kerja bakti pada Jumat pagi untuk membantu pembersihan puing-puing.
“Kerugian diperkirakan sekitar Rp 25 juta, dengan barang-barang yang terdampak terutama mesin cuci dan perabotan dapur lainnya,” tambah Sabar.
Dengan insiden ini, warga berharap ada perhatian dan bantuan segera dari pemerintah agar bangunan yang roboh dapat segera diperbaiki, sehingga keluarga yang terdampak dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman dan aman. [fiq/kun]






