Surabaya (beritajatim.com) – Deltras FC berupaya bangkit dari tren negatif dengan memfokuskan pembenahan di lini tengah jelang laga melawan Persela Lamongan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Minggu (5/4/2026).
Pelatih Deltras, Nurul Huda, menegaskan bahwa kondisi psikologis pemain menjadi kunci utama untuk bangkit di sisa kompetisi.
Ia meminta seluruh pemain menyatukan tujuan, melupakan hasil buruk sebelumnya, dan fokus melakukan pembenahan di semua lini, terutama sektor tengah dan depan.
“Yang penting pemain punya satu tujuan. Ini kan akhir kompetisi. Mereka bermain bukan hanya untuk tim, tapi juga untuk masa depan mereka sendiri,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).
Menurutnya, tren empat kekalahan beruntun tidak boleh terus membayangi performa tim. Ia menekankan pentingnya menjaga kekompakan serta menghindari saling menyalahkan antar pemain.
“Mental harus dijaga, harus kompak, tidak usah saling menyalahkan. Lupakan hasil sebelumnya, sekarang fokus lawan Persela dengan target menang,” tegasnya.
Nurul Huda juga menyoroti kebiasaan sebagian pemain yang masih mengkritik kesalahan rekan setim, yang justru berpotensi merusak suasana di dalam tim.
“Kalau ada pemain yang kurang bagus, harus didukung, bukan disalahkan. Jangan terus membahas kesalahan teman,” jelasnya.
Ia menegaskan, sepak bola merupakan permainan kolektif yang membutuhkan dukungan satu sama lain agar performa tim bisa meningkat.
“Main bola itu satu tim. Kalau satu pemain kurang bagus, harus disupport supaya tim ikut terangkat,” pungkasnya. (way/but)






