Bangkalan (beritajatim.com) – Bencana banjir beberapa hari terakhir yang kerap terjadi di Bangkalan berpotensi menimbulkan penyakit. Hal ini membuat DPRD setempat meminta masyarakat waspada terhadap wabah diare dan leptospirosis.
“Kepada warga agar berhati-hati dan waspada terhadap serangan penyakit diare dan leptospirosis. Karena biasanya penyakit itu muncul saat pasca banjir,” ujar Anton Bastoni, anggota Komisi D DPRD Bangkalan, Senin (9/1/2023).
Politisi Partai Gerindra ini mengapresiasi Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, karena tanggap dalam mengantisipasi dua penyakit yang rentan muncul saat banjir itu. “Kami sampaikan kepada Dinkes karena telah tanggap mengantisipasi dua penyakit yang rentan muncul saat banjir melanda. Kami juga minta Dinkes untuk terus memperhatikan kesehatan masyarakat di tengah intensitas hujan yang tinggi ini,” kata Anton.
[berita-terkait number=”3″ tag=”diare”]
Oleh karena itu, pihaknya juga meminta masyarakat untuk terus menjaga pola hidup yang sehat. Sehingga penyakit diare dan leptospirosis serta penyakit lainnya tidak mudah menyerang. “Kepada masyarakat dan petugas medis untuk berhati-hati dan waspada, bahkan kapan perlu menyiapkan obat-obatan, antisipasi penyakit usai banjir,” pungkasnya.
Diketahui, leptospirosis merupakan penyakit yang ditularkan melalui air yang terkontaminasi air seni tikus. Biasanya, air seni hewan tersebut tercampur saat banjir dan menimbulkan gejala demam hingga iritasi mata yang terkena air banjir. [sar/suf]






