Pasuruan (beritajatim.com) – Tim Panitia Penyelidik Kecelakaan Pesawat Udara di Pasuruan terus melakukan pengumpulan data. Proses ini akan berlangsung selama dua hari di dua titik berbeda.
Pada hari ketiga, TNI akan melaksanakan evakuasi sisa bangkai pesawat yang masih berada di lokasi kejadian. Kepala Tim Panitia Penyelidik Kecelakaan Pesawat Udara, Marsekal Pertama TNI Easter Hariyanto, menyatakan bahwa lebih dari 50 persen bangkai pesawat telah dievakuasi.
Nomor seri pesawat TT-3103 di Kecamatan Puspo, misalnya, kini tinggal kurang dari 30 persen. Bangkai pesawat ini hanya menyisakan ekor dan separuh body pesawat.
“Hari ini, pesawat dengan nomor seri 3103 ini sudah tinggal ekor dan sebagian body saja. Besok, kami akan ke pesawat lain untuk melakukan pengumpulan data,” kata Hariyanto pada Selasa (28/11/2023).
Hariyanto juga menyatakan bahwa mereka akan melakukan koordinasi terkait sisa bangkai pesawat di lokasi. Beberapa bangkai pesawat sebelumnya dievakuasi menggunakan ojek motor dan diangkut secara manual.
“Terkait barang-barang di lokasi, kami akan melakukan koordinasi lagi, apakah akan dibersihkan atau dibiarkan. Jika beberapa barang bisa digunakan kembali, kemungkinan besar akan kami ambil. Namun, jika tidak bisa digunakan, barang tersebut mungkin akan ditinggal karena medan yang sulit,” katanya.
BACA JUGA:
Bangkai Pesawat TT-3111 dan TT-3103 Belum Dievakuasi
Hariyanto juga menanggapi keinginan warga untuk membuat monumen di lokasi jatuhnya pesawat dengan barang yang ditinggalkan. Namun, ia menepis gagasan tersebut, menjelaskan bahwa monumen yang dimaksud bukanlah dari barang pesawat, melainkan tugu kecil untuk memperingati kejadian jatuhnya pesawat.
Dalam proses pengumpulan data, Tim Panitia Penyelidik Kecelakaan Pesawat Udara sangat terbantu dengan bantuan warga sekitar. Menurut Hariyanto, warga sangat kompak dan ikhlas mendukung proses evakuasi. [ada/but]






