Surabaya (beritajatim.com) – Sandhy Putra Pradana, karyawan di salah satu ekspedisi di Surabaya harus menerima kenyataan pahit. Selain kehilangan motor pribadinya, ia harus rela kehilangan puluhan paket milik pelanggan usai digondol maling saat ia bekerja di Jalan Wonokromo SS Baru, Gang II, akhir Januari 2022 lalu.
Sandy menjelaskan, awalnya ia sedang mengantarkan paket ke lokasi rumah tujuan. Karena berada di dalam gang kecil, ia pun lantas turun dan melanjutkan pengantaran dengan jalan kaki.
Kurang dari tiga menit, ia kembali ke lokasi motor terparkir. Namun, Sandy mendapati motornya raib. “Motor ada di depan gang yang gak jauh dari lokasi pengiriman. Tidak sampai 3 menit, saya balik. Motor beserta paket hilang,” kata Sandy, Senin (7/2/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”curanmor”]
Sandi mengaku lupa karena motor Honda Vario bernopol L 3244 KW miliknya itu tak dikunci setir. “Saya lupa waktu itu. Seingat saya memang tidak dikunci stang. Karena kebiasaan kan mengirim barang dekat dan sebentar saja kan,” lanjut dia.
Menyadari hal itu, ia kemudian berusaha mencari keberadaan motor di sekitar lokasi. Sayang, upaya tersebut tak berbuah hasil. Setelah memeriksa rekaman kamera Closed Circuit Television (CCTV), motor korban terlihat digondol seorang pencuri.
Dalam rekaman itu, pelaku mengenakan jaket jenis hoodie warna hitam, memakai topi dan bercelana pendek. “Satu pelaku, saya sempat ambil foto dari rekaman CCTV dari rumah salah satu warga,” tandas dia.
Atas insiden tersebut, Sandy mengklaim kerugian mencapai Rp 25 juta. Sandy juga mengaku sudah melaporkan pencurian itu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Polsek Wonokromo. “Ya sekitar Rp 25 juta, kan banyak (paket). Karena baru berangkat dari kantor. Sudah (lapor Polsek) Wonokromo. Tapi sampai saat ini belum ada kabar kelanjutan dari kasus tersebut,” pungkas dia.
Sementara dikonfirmasi terpisah terkait aksi pencurian motor berikut paketan itu, Kanit Reskrim Polsek Wonokromo AKP I Made Sutanaya belum memberikan respon.(ang/kun)






