Magetan (beritajatim.com) – Warga Kelurahan Sukowinangun, Kecamatan/Kabupaten Magetan merasa resah dengan adanya balapan liar di Jalan Baru sebelah Timur Pasar Sayur Magetan atau Jalan Tembus Pasar Sayur.
Sekitar enam bulan terakhir, mereka selalu resah dengan puluhan pemuda dengan motor knalpot brong yang adu kecepatan di jalan umum tersebut. Seperti yang terjadi pada Minggu (06/10/2024), puluhan pemuda trek-trekan di jalur tersebut, bahkan ada beberapa kendaraan yang hendak ke arah Pasar Sayur dari Jalan Kapten Tendean. Jalan sepanjang 600 meter dan lebar 22 meter itu bak sirkuit drag race, favorit pemuda dengan hobi balapan.
“Mereka itu dari luar Kelurahan Sukowinangun. Ada yang dari Kecamatan Karas juga. Kami resah, setiap sore pasti ada yang balap liar di jalan itu. Kami pernah mencoba membubarkan tapi mereka melawan dan mengejek dengan menggeber gas motor berknalpot brong itu,” kata Puryadi, warga Sukowinangun, Minggu (06/10/2024)
Puryadi membeberkan, beberapa kali polisi sudah pernah membubarkan balapan liar tersebut. Namun, sekelompok pemuda itu pasti kembali lagi ketika petugas sudah kembali ke pos.
“Pasti cari celahnya petugas kepolisian. Dan tidak hanya sore, kadang malam hari ya balapan liar begitu. Bulan-bulan ini parah sekali pokoknya. Makin ramai yang trek-trekan begitu,” terang pria 44 tahun itu.
Menurutnya, yang resah bukan hanya masyarakat sekitar Jalan Tembus Pasar Sayur, tapi termasuk pengguna jalan yang hendak keluar masuk Pasar Sayur.
“Kadang mau lewat ya takut ketubruk sama yang trek-trekan. Akhirnya, ada yang putar balik lewat jalan lain ke Pasar Sayur. Sayang sekali, padahal jalan ini dibangun untuk memudahkan keluar masuk Pasar Sayur juga,” terangnya.
Dia mengharap, petugas kepolisian bisa memberikan penindakan yang memberikan efek jera pada pelaku balap liar tersebut.
“Harapannya, ada penindakan yang memberikan efek jera. Kami sudah resah kalau tiap sore harus merasa terganggu karena suara knalpot bising,” katanya.
Terpisah, Kasat Lantas Polres Magetan AKP Ade Andini mengaku telah menerima laporan tersebut. “Segera kami tindak lanjuti,” kata Ade singkat.
Diketahui, Jalan Tembus Pasar Sayur Magetan diawali dibangun tahun 2015 (Era Bupati Sumantri) dengan anggaran Rp 3 miliar untuk pembebasan lahan serta pembuatan poros jalan sebesar Rp 200 juta.
Tahun 2016 Pemkab Magetan kembali mengucurkan dana Rp 4 Miliar untuk pembangunan badan jalan, drainase serta trotoar. Tahun 2017 kucuran dana sebesar Rp4 miliar diarahkan ke proyek tersebut untuk tahap pondasi jalan serta pengaspalan jalan. Jalan itu kemudian tuntas dibangun sampai Mayjend Sukowati pada 2021 lalu. [fiq/but]






