Ponorogo (beritajatim.com) – Gunung Gamping yang berada di Kecamatan Sampung rencananya menjadi lokasi dibangunnya Monumen Reog dan Museum Peradaban. Adanya proyek prestisius di daerah barat daya Kabupaten Ponorogo itu membuat Bupati Sugiri Sancoko turun gunung.
Bupati Sugiri Sancoko mulai melakukan sosialisasi proyek pembangunan monumen dan museum itu kepada warga masyarakat di Kecamatan Sampung. Bertempat di balai desa Sampung, bupati mendatangkan tokoh masyarakat, Kiai, Polsek, Koramil dan semua pemangku kepentingan untuk melakukan musyawarah. Dimana pembangunan Monumen Reog dan Museum Peradaban itu, menjadikan Ponorogo untuk naik kelas, punya sesuatu yang memikat.
“Hari ini semua lapisan masyarakat mulai dari tokoh masyarakat, kiai, aparat kepolisian dan TNI serta pemangku kepentingan lainnya, kita kumpulkan untuk melakukan rembug (musyawarah-red) bersama. Kita ada gawe bersama untuk Ponorogo naik kelas,” kata Bupati Sugiri Sancoko, Rabu (19/10/2022).
Monumen Reog dan Museum Peradaban merupakan inovasi yang memikat dan membuat Ponorogo naik kelas. Karena dari desainnya yang artistik sudah viral maka bangunan itu akan ditempatkan yang tinggi, yakni di Gunung Gamping Kecamatan Sampung. Pemilihan lokasi di Gunung Gamping Sampung pun sudah dipikirkan dengan matang. Sebab, lokasi itu merupakan gerbang wisata di barat laut Ponorogo. Letaknya dekat dengan objek wisata Telaga Sarangan Magetan dan Tawangmangu di Karanganyar serta juga dekat dengan Waduk Gajahmungkur di Kabupaten Wonogiri di Provinsi Jawa Tengah.
“Kita lengkapi, sehingga menjadi segitiga emas wisata. Untuk datang ke Ponorogo itu butuh pemikat dan alasan yang kuat. Sehingga kita bangun objek wisata di Sampung. Prinsipnya seperti itu,” katanya.
Detail engineering desain sudah mencapai titik final, sehingga pembanunan proyek ini bakal dilelang secara multiyears. Kang Giri berharap segera ada yang menang dan cepat berjalan.
“Semoga ada percepatan, terkait dengan penambang agar dituntaskan dulu. Sehingga pembangunannya segera kongkrit dan klir,” katanya.
Dengan adanya objek wisata monumen reog dan museum peradaban, Sugiri berharap bakal langsung nendang dengan peningkatan perekonomian. Atau istilahnya mempunyai efek domino terhadap efek organik dari wisatanya dan ekonomi tumbuh. Pasti akan tumbuh UMKM, restoran maupun hotel atau tempat penginapan. Dimana muaranya nanti pada penambahan penghasilan asli daerah (PAD).
“Adanya pemikat pariwisata baru di Sampung, akan ada pertumbuhan ekonomi. Diharapkan itu akan menambah PAD Kabupaten Ponorogo,” katanya.
Untuk diketahui sebelumnya, Bupati Sugiri Sancoko bakal membuat bangunan monumental yang akan menandai masa pemerintahannya. Bangunan yang megah dan khas serta menerangkan literatur peradaban Kabupaten Ponorogo. Ya, Bupati Sugiri Sancoko bakal membuat monumen Reog. Dimana dalam komplek monumen tersebut, nantinya juga ada museum peradaban.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ponorogo”]
Sugiri mengeklaim monumen reog ini nantinya bakal lebih tinggi dari patung garuda wisnu kencana (GWK) di Bali yang memiliki tinggi 105 meter. Berlokasi di Gunung Gamping Kecamatan Sampung, monumen reog ini nantinya akan menjulang setinggi 126 meter. Tidak hanya menghitung keseimbangan, tapi juga menghimpun kekuatan angin yang berhembus.
“Lebih tinggi sedikit dari GWK lah. Tingginya nanti 126 meter,” ungkap Kang Giri.
Monumen reog dan museum peradaban ini nantinya bakal menjelaskan literasi kapan Ponorogo lahir. Untuk mengisi museum ini, saat ini Pemkab Ponorogo sedang mengumpulkan benda-benda bersejarah dan kearifan masa lalu. [end/but]







