Surabaya (beritajatim.com) – Menahan bersin dapat memiliki dampak yang tidak diinginkan bagi kesehatan tubuh bahkan bisa bahaya. Berdasarkan beberapa sumber, tindakan menahan bersin dapat meningkatkan tekanan udara di dalam rongga wajah, yang berpotensi menyebabkan risiko berbagai masalah kesehatan. Berikut bahaya yang terjadi jika seseorang menahan bersin.
Bersin adalah respons tubuh terhadap iritasi di saluran pernapasan atau adanya partikel asing. Saat bersin, udara yang kuat dikeluarkan dari hidung dan mulut untuk membersihkan saluran pernapasan. Jika bersin ditahan, tekanan udara yang seharusnya dilepaskan bisa terperangkap di dalam tubuh, meningkatkan risiko komplikasi.
Pertama-tama, menahan bersin dapat menyebabkan peningkatan tekanan di dalam mata, hidung, dan sekitar gendang telinga. Ini bisa mengakibatkan pembuluh darah kecil di area tersebut pecah, mengakibatkan bintik merah pada mata, mimisan, atau bahkan keluarnya darah dari telinga.
Selain itu, tindakan menahan bersin juga dapat merusak gendang telinga dan berpotensi mengganggu pendengaran. Gendang telinga adalah bagian penting dari sistem pendengaran, dan tekanan yang terbangun akibat menahan bersin bisa mengakibatkan ketidaknyamanan atau kerusakan pada gendang telinga.
Untuk menghindari risiko ini, disarankan untuk tidak menahan bersin dan mengizinkan tubuh melepaskan udara dengan alami saat bersin. Selalu disarankan untuk menutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau siku saat bersin. Tindakan ini tidak hanya membantu melindungi diri sendiri dari penularan kuman, tetapi juga mencegah peningkatan tekanan udara yang dapat merugikan kesehatan.
Penting untuk diingat bahwa bersin merupakan respons fisiologis alami tubuh, dan menahan bersin bukanlah tindakan yang disarankan. Selalu utamakan kesehatan diri dan lingkungan sekitar dengan menjaga kebersihan dan melakukan tindakan pencegahan yang tepat. Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk pemahaman lebih lanjut tentang pentingnya menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. (Fyi/Aje)






