Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, membagikan 2.300 rombong dan 200 unit gerobak berwarna merah muda kepada pedagang, dalam acara peluncuran program Rombong dan Gerobak Mlijo Cinta, di Jalan Sudarman, Rabu (31/12/2025) sore.
Nilai rombong dan gerobak tersebut Rp 12,5 miliar dengan penyedia PT. Bumi Syariah Utama. “Ini merupakan sebuah program prioritas daerah dalam memperkuat ekonomi mikro dan menciptakan ekosistem usaha inklusif yang berkelanjutan,” kata Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah Jember Sartini.
Rombong dilengkapi kotak pendingin. “Tujuan cooler box untuk menyimpan dagangan teman-teman agar tidak mudah basi atau busuk, misalnya ayam, daging, dan ikan,” katanya.
“Kita tahu bahwa di balik rombong Mlijo Cinta ini ada keluarga yang menggantungkan harapan. Gerobak rombong Mlijo Cinta ini bukan sekedar alat untuk berjuang pedagang, tetapi simbol keadilan dan cinta pemerintah untuk rakyatnya dalam penguatan dan ketahanan ekonomi bagi pelaku usaha mikro, pedagang kaki lima, serta pedagang bahan pangan,” kata Sartini.
Menurut Sartini, sudah ada ratusan orang pedagang yang mangajukan bantuan rombong dan gerobak untuk tahun berikutnya. “Banyak teman-teman pedagang kaki lima di alun-alun Rambipuji, Tanggul, Balung, Jenggawah, Ambulu yang mengajukan gerobak, sehingga tahun depan depan insyaallah yang banyak diproduksi adalah gerobak,” katanya.
Selain harus berstatus warga Jember, penerima bantuan harus terdata di Dinas Koperasi. “Selain pendataan dari kami, teman-teman yang memang pedagang kaki lima yang langsung mendaftar ke kami langsung kami terima. Kami juga minta data dari kecamatan dan desa,” kata Sartini.
Bupati Muhammad Fawait menyebut pemberian gerobak dan rombong tersebut bentuk komitmen perlindungan terhadap pelaku UMKM.
“Mungkin bagi sebagian orang program ini adalah hal sepele, tetapi tidak bagi para pelaku UMKM dan PKL. Mereka bukan cuman hanya dapat gerobak, tetapi ini tanda bahwa pemerintah hari ini mulai dari pusat sampai daerah ada dan melindungi Anda semuanya,” katanya kepada para pelaku UMKM yang hadir.
Fawait meminta rombong dan gerobak itu dijaga. “Ini baru pemanasan. Kalau dijaga baik-baik, nanti ada program pelatihan, nanti dikasih bantuan alat insyaallah. Bahkan nanti kita kasih program subsidi bunga modal,” katanya. [wir]







1 Komentar
gimana sih gerobak kok cat warna Pink, apa gak salah pilih warna Gus Gus,,,,,