Pacitan (beritajatim.com) – Memasuki awal musim kemarau, warga Dusun Klisat, Desa Tambakrejo, Kecamatan Pacitan, mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Sebanyak 22 rumah di dusun yang terletak di wilayah perbukitan ini sudah mengalami krisis air sejak akhir Juli lalu.
Kepala Desa Tambakrejo Arif Winarno menjelaskan, wilayahnya memang tidak memiliki sumber air, bahkan akses menuju Dusun Klisat harus melewati Desa Ketepung di Kecamatan Kebonagung. “Tiap tahun pasti ada droping air bersih,” ungkapnya ditulis Rabu (13/8/2025).
Merespons kondisi tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada Selasa (12/8) sore menyalurkan bantuan berupa 15 toren air, 150 jerigen, serta droping air bersih sebanyak dua tangki. Bantuan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan mendesak warga.
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, mengatakan pihaknya tidak ingin masyarakat hanya bergantung pada bantuan droping air bersih.
“Kami akan mensurvei sumber-sumber air yang memungkinkan untuk dibangun sumur bor,” jelasnya.
Gatot menambahkan, saat ini ada 26 kabupaten/kota, 222 kecamatan, dan 815 desa di Jawa Timur yang harus diantisipasi mengalami kekeringan. Beberapa daerah bahkan telah menetapkan status tanggap darurat, seperti Bondowoso, Pasuruan, Mojokerto, dan Probolinggo yang sudah mengajukan bantuan air bersih.
Selain krisis air bersih, kebakaran hutan dan lahan juga menjadi prioritas penanganan Pemerintah Provinsi Jawa Timur selama musim kemarau ini. (tri/ted)






