Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, Jawa Timur, mencatat dampak hujan dan angin kencang yang terjadi Senin (6/10/2025) sore. Sejumlah rumah dan kantor kelurahan rusak.
Penulis: Oryza A. Wirawan
Universitas Jember resmi menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, menyusul penandatanganan nota kesepahaman antara Bupati Muhammad Fawait dengan Rektor Iwan Taruna, di kampus perguruan tinggi itu, Senin (6/10.2025).
Bupati Muhammad Fawait menjelaskan sejarah penggunaan warna merah muda atau pink saat pemilihan kepala daerah kepada Iwan Taruna, Rektor Universitas Jember, di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (6/10/2025).
Komisi C DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timut, mempersoalkan rendahnya nominal penawaran pemenang lelang proyek pemerintah daerah setempat. Rendahnya nominal ini berdampak terhadap kualitas pekerjaan.
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya mengajukan penangguhan penahanan terhadap F, salah satu aktivis pengunjuk rasa, yang sedang ditahan Kepolisian Resor Jember, Jawa Timur, Senin (6/10/2025).
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia bersama lima lembaga advokasi hak asasi manusia memantau penangkapan sejumlah aktivis dan pengunjuk rasa di 22 kabupaten dan kota di 14 belas provinsi.
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menyayangkan penyitaan sejumlah buku oleh polisi pada saat penangkapan sejumlah aktivis dan pengunjuk rasa baru-baru ini.
Keracunan massal yang diduga karena Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember, Jawa Timur, mulai memunculkan keengganan di kalangan siswa untuk menerima program tersebut.
Wakil Bupati Djoko Susanto bangga dan merasa terpukul saat diminta meresmikan jembatan hasil swadaya masyarakat yang memghubungkan Desa Kemuninglor dan Desa Darsono, di Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, Jawa Timur, dengan menggunakan tapak tangan bukan tanda tangan, Minggu (5/10/2025).
Achmad Sudiyono, mantan kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang saat ini mengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Hratis, mengaku lega setelah bertemu Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Minggu (5/10/2005).









