Pemilihan umum calon anggota DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, menjadi bukti sulitnya merebut suara pemilih. Ada tujuh partai politik yang tak hanya gagal mendapat kursi parlemen, namun juga gagal memperoleh 10 ribu dukungan di tempat pemungutan suara.
Penulis: Oryza A. Wirawan
Setelah menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, selama sepuluh tahun, Alfian Andri Wijaya dari Partai Gerindra memberikan sejumlah catatan terhadap kinerja pemerintah daerah.
Alfian Andri Wijaya, calon legislator Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), meraih suara terbanyak dalam Pemilihan Umum 2024, yang menjadikannya anggota DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, untuk periode ketiga.
“Football bloody hell!” Kalimat sumpah serapah terkenal Alex Ferguson untuk menggambarkan betapa tak tertebaknya sepak bola akhirnya bergema di Batakan. Kalah dengan cara seperti itu tak ubahnya kutukan bagi pesepakbola mana pun, dan kemenangan pun dirayakan layaknya juara.
Partai Keadilan Sejahtera belum tentu akan mencalonkan kembali Bupati Hendy Siswanto dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada November 2024. Namun mereka berkomitmen mengawal pemerintahan Bupati Hendy dan Wakil Bupati Firjaun Barlaman sampai masa jabatan berakhir.
Wajah baru menguasai separuh dari 50 kursi DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, berdasarkan hasil Pemilihan Umum 2024. Mereka berasal dari delapan partai politik.
Partai Golongan Karya (Golkar) melesat merebut enam kursi di DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, dalam Pemilihan Umum 2024. Sebelumnya dalam Pemilu 2019, partai berlambang pohon beringin ini hanya memiliki dua wakil di Jalan Kalimantan 86.
Dituding sebagai kelompok berideologi Wahabi atau radikal, Partai Keadilan Sejahtera di Kabupaten Jember, Jawa Timur, justru berhasil meraih sukses dalam empat kali pemilihan umum sejak 2009. Apa rahasianya?
Partai Keadilan Sejahtera menjadi partai yang paling stabil di DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur. Setelah memperoleh lima kursi pada Pemilu 2009, berturut-turut PKS memperoleh enam kursi pada Pemilu 2014, 2019, dan 2024.
Partai Amanat Nasional (PAN) terpuruk dalam Pemilihan Umum 2024. Selain hanya menyisakan satu kursi di DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, partai yang lahir dari rahim Reformasi 1998 ini juga dikepung kontroversi sepanjang masa rekapitulasi suara.









