Jember (beritajatim.com) – Partai Amanat Nasional (PAN) terpuruk dalam Pemilihan Umum 2024. Selain hanya menyisakan satu kursi di DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, partai yang lahir dari rahim Reformasi 1998 ini juga dikepung kontroversi sepanjang masa rekapitulasi suara.
Capaian ini terburuk sepanjang keikutsertaan dalam pemilihan umum sejak 1999. Sebelumnya pada Pemilu 1999, PAN memperoleh dua kursi. Berikutnya mereka tidak pernah bisa menembus angka tiga. Pada Pemilu 2004 dan 2009, PAN masing-masing memperoleh tiga kursi. Jumlah ini berkurang pada Pemilu 2014 dan 2019. PAN hanya memperoleh masing-masing dua kursi DPRD Jember.
PAN memperoleh 61.900 suara dalam Pemilu DPRD Jember tahun ini. Basis pendukung terbesar mereka ada di Daerah Pemilihan 5 yang meliputi Kecamatan Balung, Wuluhan, Ambulu, dan Jenggawah. Di sini PAN menangguk 16.488 suara, dan calon legislator petahana sekaligus Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah PAN Jember Agus Khoironi kembali terpilih.
Terpuruk di DPRD Jember, PAN dikepung kontroversi dalam Pemilu DPR RI Daerah Pemilihan Jember – Lumajang. Partai ini dilaporkan Partai Gerakan Indonesia Raya ke Badan Pengawas Pemilu Jember karena dugaan penggelembungan suara.
Tuduhan ini ditampik Ketua DPD PAN Jember Abdus Salam. Ia justru menduga ada yang berupaya mengalahkan perolehan suara PAN dengan cara menggerus suara partai tersebut. PAN mengklaim kehilangan 5.250 suara.
Massa PAN sempat mengepung Hotel Aston yang menjadi lokasi rekapitulasi tingkat Kabupaten Jember. Mereka menuntut perolehan suara PAN yang diklaim hilang agar dikembalikan. Ujung dari semua hiruk-pikuk ini, PAN gagal memperoleh tiket DPR RI dan kehilangan satu kursi DPRD Jember.
Agus Khoironi menilai penurunan kursi PAN di DPRD Jember tak lepas dari fenomena Pemilu 2024. “Namanya pemilu, kadang menang, kadang kalah. Kita harus berbenah lagi untuk menghadapi Pemilu mendatang. Ini jadi bahan evaluasi kami ke depan,” katanya.
PAN menjadi satu-satunya partai yang tak bisa membentuk fraksi sendiri di DPRD Jember dan harus bergabung dengan fraksi partai lain. Ada Gerindra, Partai Kebangkitan Bangsa, PDI Perjuangan, Partai Keadilan Sejahtera, Golkar, Nasional Demokrat, dan Partai Persatuan Pembangunan. Khoironi mengatakan, pihaknya masih menjajaki semua opsi. [wir]






