Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, masih ingin membangun museum daerah setelah sempat kandas dan hanya berakhir jadi wacana tahun lalu. Keberadaan museum menjadi satu parameter penilaian pemerintah pusat terhadap daerah terkait kepedulian terhadap sektor kebudayaan.
Penulis: Oryza A. Wirawan
Politisi PDI Perjuangan ‘Pakde’ Agus Sofyan menolak anggapan bahwa petani di Kabupaten Jember, Jawa Timur bodoh dan miskin. Ia berjanji membenahi sektor pertanian, perikanan, kelautan, dan perkebunan di Jember, jika diusung menjadi calon wakil bupati dan terpilih dalam pemilihan kepala daerah tahun ini.
Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman mengaku tidak pernah dikabari sebelumnya soal pendaftaran keponakannya Muhammad Jaddin Wajad menjadi bakal calon bupati dari jalur perseorangan atau independen ke Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, menyiapkan 62 unit bus untuk mengantar keberangkatan dan 93 unit bus untuk menjemput 2.680 orang calon haji ke Surabaya. Mereka akan berangkat pada 20-21 Mei 2024.
Agus Sofyan, Bendahara Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kabupaten Jember, Jawa Timur, memperoleh replika banteng saat mengembalikan berkas pencalonan wakil bupati, Senin (13/5/2024).
Muhammad Jaddin Wajad, keponakan Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman, mengaku mendapat tawaran bantuan modal Rp 100 miliar dari seorang pengusaha besar untuk mencalonkan diri menjadi bupati di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Muhammad Jaddin Wajad, keponakan Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman, mendaftarkan diri menjadi calon bupati Kabupaten Jember, Jawa Timur, melalui nonpartai atau independen.
Media sosial beberapa kali menjadi arena ketegangan antarkelompok Islam. Abu Yasid, guru besar Filsafat Hukum Islam Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, mengingatkan perlunya kedewasaan dalam menyikapi perbedaan pandangan.
Mencurahkan isi hati alias cuhat soal perkawinan di akun media sosial pribadi yang dikonsumsi publik tidak menyelesaikan masalah, dan justru bisa membuat bubrah. Persoalan semakin susah ditemukan jalan keluarnya.
Lima partai politik yang membuka penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati dengan cara yang masing-masing berbeda adalah PDI Perjuangan, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Golongan Karya, Partai Keadilan Sejahtera, dan Partai Nasional Demokrat.









