Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, masih ingin membangun museum daerah setelah sempat kandas dan hanya berakhir jadi wacana tahun lalu. Keberadaan museum menjadi satu parameter penilaian pemerintah pusat terhadap daerah terkait kepedulian terhadap sektor kebudayaan.
“Wes wayahe ada museum daerah. Yang pertama, harus ada aset yang representatif untuk dibangun. Saya kira kalau itu diseriusi dan semua pihak memberikan dukungan, saya kira bisa lebih cepat,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jember Bambang Rudianto, Selasa (14/5/2024).
Menurut Rudianto, nilai Pemkab Jember di mata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam pemajuan kebudayaan dianggap minus jika tak punya museum.
Sebenarnya DPRD Jember dan Dinas Pariwisata sudah membahas agar pembangunan museum dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2023, sebelum Rudianto menjadi kepala dinas. Namun program itu tak terlaksana diperkirakan karena penataan kembali (refocusing) anggaran.
“Tapi saya akan coba gali lebih dalam lagi di mana anggaran itu dan bagaimana konsultasi perencanaan teknisnya seperti apa,” kata Rudianto.
Rudianto menegaskan museum daerah akan berbicara soal kronologi sejarah Jember sejak zaman prasejarah hingga sekarang. “Budaya tidak stagnan, mengikuti perubahan zaman dan pengaruh alam semesta,” katanya. Itulah kenapa pembangunan museum memerlukan saran dari arkeolog, filolog, dan para pakar.
Saat ini ada beberapa museum di Jember yang dibangun oleh instansi di luar Pemerintah Kabupaten Jember maupun perorangan, seperti Museum Tembakau yang dikelola Pemerintah Provinsi Jatim, Museum Huruf, dan Museum Bhoemi Puger. Dua museum terakhir ini dikelola perorangan.
Selama ini artefak berupa batu-batu prasejarah disimpan di salah satu ruangan di Dinas Pendidikan Jember. “Penataannya tidak bisa maksimal,” kata Rudianto.
Sementara sebagian artefak bersejarah lainnya di Jember saat ini disimpan oleh masyarakat, di rumah maupun sawah. “Kalau ada museum daerah mereka bisa menitipkan warisan budaya tersebut. Saya yakin museum daerah akan menjadi obyek wisata edukasi,” kata Rudianto. [wir]






