Muhammad Fawait, kandidat bupati dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), menyatakan Kabupaten Jember, Jawa Timur, membutuhkan bupati yang jago berdiplomasi, agar pembangunan tak hanya bergantung pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
Penulis: Oryza A. Wirawan
Muhammad Fawait, kandidat bupati dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), yakin bakal mengantongi rekomendasi dari PDI Perjuangan dalam pemilihan kepala daerah Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Garda Pemuda Nasional Demokrat (Nasdem) tidak ingin Kabupaten Jember, Jawa Timur, dipimpin bupati yang mengandalkan fanatisme pemilih. Pemilih fanatik membahayakan kehidupan demokrasi.
Garda Pemuda Nasdem ingin masyarakat Jember memilih kandidat bupati dan wakil bupati dengan pertimbangan rasional. “Kami tak ingin pemilih Jember menjadi pemilih yang fanatis, tapi pemilih yang dinamis,” kata Sutrisno, Pembina Garda Pemuda Nasdem Kabupaten Jember, Jumat (10/5/2024).
Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto memiliki pekerjaan rumah untuk menyelesaikan revisi Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten…
Kecelakaan lalu lintas hebat terjadi di Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember, Jumat (10/5/2024) dini hari. Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jember Sanda Aditya selamat dalam kejadian itu.
Sanda Aditya, Ketua Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengalami kecelakaan yang melibatkan truk pengangkut lombok dan dua mobil, di Kecamatan Sumberbaru, Jumat (10/5/2024) dini hari.
Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) berkomitmen menjalin kerja sama yang setara dengan semua partai politik dalam pemilihan kepala daerah di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Bupati Hendy Siwanto tersenyum kecil menanggapi hasil survei Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) yang selalu menempatkan elektablitasnya di bawah Muhammad Fawait, kandidat dari Partai Gerakan Indonesia Raya, dalam pemilihan kepala daerah di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Agus Hadi Santoso, mantan legislator DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, dari PDI Perjuangan menginginkan daerah ini dipimpin duet bupati dan wakil bupati seperti duet MZA Djalal dan Kusen Andalas.









