Surabaya (beriajatm.com) – Kejuaraan Porprov IX Jawa Timur yang digelar di Bendungan Lahor, Kabupaten Malang, membawa angin segar dengan penerapan teknologi canggih dalam cabang olahraga selam.
Para atlet yang berlomba dalam nomor Open Water Finswimming kini menggunakan gelang RFID (Radio Frequency Identification) sebagai bagian dari sistem pencatatan waktu elektronik berbasis teknologi presisi tinggi.
Ketua Pengprov POSSI Jawa Timur, Mirza Muttaqien, menjelaskan bahwa dalam perlombaan ini, dua sistem pencatatan waktu diterapkan secara bersamaan untuk meningkatkan akurasi dan kecepatan.
Sistem pertama adalah touchpad elektronik yang dipasang di garis finis, sementara yang kedua adalah penggunaan gelang RFID Feibot yang dikenakan di tangan kanan dan kiri oleh setiap atlet. Kombinasi kedua sistem ini memungkinkan pencatatan waktu yang lebih tepat, cepat, dan bebas dari kesalahan manual.
“Penggunaan RFID ini bukan sekadar teknologi, tapi pernyataan bahwa olahraga daerah bisa dan harus berkembang mengikuti standar dunia. Ini lompatan penting bagi transparansi dan modernisasi cabang selam,” ujar Mirza dalam konferensi pers, Jumat (4/7/2025).
Feibot RFID, sebuah sistem pencatatan waktu otomatis berbasis gelombang radio, telah digunakan dalam berbagai lomba internasional seperti triathlon dan lari jarak jauh. Dalam konteks Open Water Finswimming, sistem ini bekerja dengan menangkap sinyal dari gelang RFID saat atlet melewati titik pembacaan, seperti garis finis.
Sinyal yang tertangkap oleh antena kemudian dikirim langsung ke sistem dan mencatat waktu resmi atlet secara otomatis tanpa perlu menyentuh alat apapun.
Sistem ini terbukti efektif dalam menghadapi tantangan unik dalam lomba perairan terbuka. Posisi tubuh atlet yang selalu berubah dan gangguan dari gelombang dapat mempengaruhi kekuatan sinyal.
Untuk itu, setiap atlet mengenakan dua gelang RFID di tangan kanan dan kiri untuk memastikan sinyal dapat terbaca dengan optimal. Sinyal pertama yang berhasil ditangkap akan digunakan sebagai waktu resmi, sementara sinyal dari gelang kedua berfungsi sebagai cadangan. Pendekatan ini menjamin redundansi data dan ketepatan waktu, sekaligus menjaga kenyamanan dan keamanan atlet.
Sebelum lomba dimulai, gelang RFID terlebih dahulu didaftarkan dan dipetakan secara digital ke dalam sistem perangkat lunak Feibot.
“Pada saat perlombaan berlangsung, atlet berenang sesuai lintasan yang telah ditentukan, dan saat melintasi garis finis, sinyal dari salah satu atau kedua gelang dibaca oleh antena yang dipasang di pelampung atau papan apung,” imbuh Mirza.
Keunggulan lain dari penerapan sistem RFID adalah kemampuannya dalam meningkatkan akurasi pencatatan waktu secara real-time. Sistem ini menghilangkan kebutuhan interaksi fisik seperti menekan tombol atau menyentuh sensor, menjadikannya lebih higienis dan aman digunakan dalam perairan terbuka.
Selain itu, RFID terbukti tahan terhadap berbagai kondisi, menjadikannya pilihan ideal untuk lomba finswimming yang dilaksanakan di alam terbuka dengan tingkat kompleksitas yang tinggi.
Teknologi ini bukan hanya tentang efisiensi, tetapi juga merupakan langkah besar dalam mendorong perkembangan olahraga di Indonesia menuju standar internasional. Dengan sistem ini, kejuaraan selam lokal kini tidak hanya kompetitif, namun juga transparan dan berintegritas, mempersiapkan atlet Indonesia untuk berprestasi di tingkat global. [way/suf]






