Bondowoso (beritajatim.com) – Atap ruang kepala SDN 1 Sumbersalam, Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, ambruk pada Selasa (7/1/2025) sekitar pukul 12.00 WIB.
Kejadian tersebut disebabkan oleh kondisi kayu penyangga bangunan yang telah lapuk. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso, Sigit Purnomo mengonfirmasi peristiwa ini. Ia menjelaskan bahwa laporan pertama diterima melalui media sosial dari masyarakat setempat.
“Setelah menerima laporan, tim kami langsung menuju lokasi untuk melakukan assessment dan pendataan terkait kerusakan yang terjadi. Bangunan yang terdampak adalah ruang kepala sekolah. Penyebabnya karena kayu penyangga atap sudah lapuk,” ungkap Sigit.
BPBD Bondowoso bersama Agen Informasi Bencana Jawa Timur 5.5, Koramil Tenggarang, dan pemerintah Desa Sumbersalam melakukan assessment di lokasi kejadian. “Langkah pertama yang kami lakukan adalah memastikan tidak ada korban dalam kejadian ini, kemudian melakukan pendataan kerusakan,” terangnya.
Ia juga menjelaskan bahwa cuaca cerah di wilayah Bondowoso saat ini mempermudah proses assessment. “Kondisi saat ini terkendali. Kami sedang menyusun rencana penanganan lebih lanjut bersama pihak terkait,” imbuhnya.
Menurut informasi awal, atap ruang kepala sekolah ambruk tanpa tanda-tanda kerusakan signifikan sebelumnya. Kayu bagian atas bangunan diketahui sudah lapuk, yang menjadi faktor utama penyebab kejadian.
“Dampak bencana ini terbatas pada kerusakan fisik bangunan. Kami memastikan tidak ada korban jiwa maupun cedera akibat insiden ini,” kata Sigit.
BPBD Bondowoso menyatakan tidak ada kendala berarti dalam proses assessment. Selanjutnya, hasil pendataan akan menjadi dasar untuk mengambil langkah rehabilitasi atau perbaikan bangunan.
BPBD Bondowoso mengimbau masyarakat, terutama pengelola fasilitas umum, untuk rutin memeriksa kondisi bangunan agar kejadian serupa dapat dihindari. “Perawatan dan inspeksi rutin sangat penting untuk memastikan keselamatan pengguna fasilitas,” pungkas Sigit. [awi/suf]






