Bondowoso, (beritajatim.com ) – Status Gunung Raung yang masih berada di Level II (Waspada) pasca-erupsi Desember 2024 membuat masyarakat di sekitar Bondowoso diminta tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap potensi banjir lahar saat musim hujan.
Gunung Raung sempat menyemburkan abu vulkanis setinggi 2.000 meter di atas puncak pada Selasa (24/12/2024) lalu. Meski aktivitas visual dan kegempaan cenderung menurun, BPBD Kabupaten Bondowoso mengimbau masyarakat agar tetap siaga terhadap ancaman bahaya yang mungkin terjadi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya Gunung Raung yang saat ini berstatus Level II (Waspada),” terang Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bondowoso, Sigit Purnomo, kepada BeritaJatim.com, Selasa (7/1/2025).
Menurut Sigit, potensi bahaya saat ini berupa akumulasi gas vulkanik di dasar kawah yang dapat membahayakan jika ada peningkatan aktivitas. Untuk itu, masyarakat diminta mematuhi rekomendasi agar tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah puncak.
Laporan evaluasi aktivitas vulkanik periode 16 hingga 31 Desember 2024 oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat aktivitas kegempaan seperti gempa hembusan dan tremor non-harmonik masih terdeteksi. Fenomena ini mengindikasikan adanya migrasi fluida magma ke permukaan, yang dapat meningkatkan tekanan di kawah.
“Kami terus memantau perkembangan melalui Pos Pengamatan Gunung Raung dan berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Informasi terkini selalu kami sampaikan kepada masyarakat,” tambah Sigit.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang tidak benar mengenai aktivitas Gunung Raung. “Informasi resmi dapat diakses melalui aplikasi Magma Indonesia atau situs web PVMBG,” tegasnya.
Selain ancaman langsung dari aktivitas vulkanik, potensi banjir lahar akibat curah hujan tinggi juga menjadi perhatian utama. Sigit menyarankan warga yang tinggal di sekitar aliran sungai berhulu di Gunung Raung agar lebih waspada terhadap ancaman ini.
“Dengan curah hujan yang tinggi, potensi banjir lahar di sepanjang aliran sungai harus menjadi perhatian bersama. Kami meminta masyarakat untuk mengantisipasi hal ini dan segera melaporkan jika ada tanda-tanda bahaya,” pungkasnya.
Dengan kondisi ini, masyarakat diharapkan tetap tenang namun waspada, serta selalu mengikuti arahan dari pihak berwenang. Gunung Raung akan terus dipantau secara intensif untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan aktivitas vulkanik di masa mendatang. [awi/aje]






