Malang (beritajatim.com) – DPD Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (Musda V DPD ASPPI) Jawa Timur menggelar Musyawarah Daerah di Kota Malang pada Kamis, (22/1/2026). Mereka mengusung kebangkitan pariwisata di tengah lesunya ekonomi dampak efisiensi anggaran oleh pemerintah.
Ketua DPD ASPPI Jatim, Eko Mujiono mengatakan tantangan kali ini begitu berat namun mereka harus optimis. Situasi global, efisiensi anggaran turut berdampak pada lesunya daya beli masyarakat. Sektor pariwisata merasakan dampak tersebut.
“Dampaknya nyata sekali, hampir semua pelaku pariwisata tiarap. Kondisinya hampir sama seperti masa pandemi Covid-19 lalu. Banyak pengusaha hotel dan transportasi yang terpaksa melepas aset atau menjual unit kendaraan karena tidak sanggup menutup biaya operasional dan cicilan,” kata Eko.
Eko juga menyoroti regulasi seperti isu hak cipta lagu di restoran dan bus yang justru menambah beban operasional pelaku usaha. Malang Raya menjadi daerah paling terdampak karena kawasan ini mengandalkan sektor pariwisata.
“Kami tidak bisa berdiri sendiri. ASPPI harus merangkul dinas pariwisata, asosiasi profesi seperti pemandu wisata (guide), restoran, hingga pelaku jasa transportasi. Kami ingin menyuarakan ke kementerian melalui DPP mana kebijakan yang layak dilanjutkan dan mana yang harus dievaluasi demi kelangsungan hidup industri ini,” ujar Eko.
Dalam Agenda Musda ke-V DPD ASPPI Jatim selain membahas beragam tantangan pelaku pariwisata. Musda ini menjadi ajang pemilihan ketua baru dengan tuntutan memperkuat kolaborasi pelaku industri pariwisata dalam menghadapi tantangan ekonomi yang berat.
Ketua DPP ASPPI Ketua Umum DPP ASPPI, Azwani Alwi mengungkapkan siasat yang akan mereka lakukan adalah memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra dan sponsor.
“Dari kami di DPP fokus memberi stimulus kepada teman-teman daerah dalam bentuk kemitraan dan sponsorship. Tujuannya agar manfaatnya terus terintegrasi, dari DPP ke DPD, lalu ke anggota, hingga akhirnya dirasakan masyarakat luas,” kata Azwani.
Azwani menekankan pentingnya integrasi manfaat dari level nasional hingga ke anggota di daerah. Dia mendorong pariwisata harus bangkit karena menyangkut kebahagiaan orang banyak.
“Kami tetap optimis, terus bergerak, dan tidak akan patah semangat demi pariwisata Jawa Timur yang lebih maju untuk Nusantara,” kata Azwani. (luc/but)






