Banyuwangi (beritajatim.com) – Puluhan sopir truk yang tergabung dalam Asosiasi Sopir Logistik Indonesia (ASLI) mengikuti hearing (dengar pendapat) di DPRD Banyuwangi, Rabu (28/1/2026).
Kegiatan hearing dilakukan dengan pembahasan terkait layanan penyeberangan Pelabuhan Ketapang Banyuwangi menuju Pelabuhan Lembar NTB (Nusa Tenggara Barat) untuk dapat kembali diaktifkan.
Tidak hanya ASLI, hearing DPRD tersebut juga turut dihadiri beberapa pihak terkait, di antaranya ASDP, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), dan Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (GAPASDAP).
Ketua ASLI, Slamet Barokah menekankan permintaan terkait dibukanya kembali penyeberangan lintasan Ketapang-Lembar yang selama ini pengoperasiannya dialihkan ke Pelabuhan Jangkar yang berada di wilayah Situbondo.
Menurutnya, masalah lintasan Ketapang-Lembar tersrbut sudah cukup lama menjadi pembahasan. Pihaknya mengaku sudah sering meminta permohonan terkait hal tersebut, bahkan mengirimkan surat ke kementerian dan lembaga terkait. “Namun sayangnya surat permintaan terkait lintasan tersebut sampai saat ini tidak ada respon,” ujar Slamet.
Diakui, buntut permasalahan dari ditutupnya penyeberangan Pelabuhan Ketabang Banyuwangi menuju Pelabuhan Lembar Nusa Tenggara Barat kemacetan terjadi.
Selain itu, alasan lokasi yang tidak strategis dan fasilitas yang kurang memadahi membuat para sopir lebih memilih untuk menyeberang di Banyuwangi daripada harus melalui Pelabuhan Jangkar situbono.
“Harga tiket juga lebih mahal, selisihnya jauh. Sampai Rp900.000. Sementara jarak Situbondo ke Banyuwangi cukup dekat dan hanya menghabiskan biaya transportasi sekitar Rp100.000 sehingga lebih hemat,” jelasnya.
Slamet menambahkan, asosiasi yang menaungi sebanyak 2.154 sopir tersebut berharap lintasan Ketapang-Lembar dapat dibuka kembali untuk mendukung kelancaran pengiriman logistik antar pulau.
Selain itu, usulan positif yang mempermudah para sopir dapat dipertimbangkan sehingga perekonomian jauh lebih lancar. “Harapan kami para pihak terkait lebih komunikatif, bisa memberikan solusi yang baik kepada kami. Sehingga tidak sampai mengeluarkan tindakan yang merugikan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara menambahkan, pihaknya akan menampung aspirasi tersebut sebab berkaitan dengan kenyamanan para sopir logistik.
Pihaknya juga mendorong para peringgi terkait untuk berkomunikasi terkait permintaan dibukanya kembali lintasan Ketapang-Lembar yang diklaim terbukti mengurai kemacetan. “Kita di DPRD menjembatani, berharap dan mendorong supaya ada komunikasi yang baik
antar pihak,” ujarnya.
Namun demikian, aspirasi para sopir agaknya masih jauh dari realisasi sebab dalam hearing tersebut ASDP menyampaikan bahwa dermaga Ketapang-Lembar masih dipakai untuk penyeberangan Jawa Bali.
“Tadi sudah dijawab oleh ASDP, kalau hari ini masih belum bisa atu tidak berpeluang dibuka kembali. Tapi kalau bicara kemungkinan ya mungkin saja nanti akan ada titik tengah,” pungkasnya. [alr/suf]






