Surabaya (beritajatim.com) – Asosiasi Kontraktor Nasional (Askonas) dan Persatuan Mahasiswa Pecinta Tanah Air Indonesia (PMPI) duduk bersama untuk membahas kemandirian ekonomi berbasis eco green.
Kemandirian ekonomi eco green dinilai menjadi sebuah hal yang krusial, karena bangsa Indonesia memiliki dua sumber daya yang perlu ditingkatkan, yakni sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM).
Ketua Umum DPP Askonas M Lutfi Setiabudi mengatakan, belakangan ini ramai isu tentang ramah lingkungan, global warming hingga isu neraka yang bocor di Jepang. Dari situ, pihaknya merasa prihatin dan ikut bergerak.
“Karena itu kita menggandeng mahasiswa untuk mengedukasi pentingnya kemandirian ekonomi berbasis eco green,” kata Lutfi usai Seminar Nasional Kemandirian Ekonomi di Kampus Unesa, Surabaya, Kamis (11/7/2024).
Adapun implementasi dari kemandirian ekonomi eco green ini salah satunya dengan peningkatan SDA dan SDM yang ada. Yang jelas, untuk eco green dapat dilakukan dengan tidak menyakiti alam. Misalnya membuat bahan bangunan dari daur ulang.
“Bahkan kita kemarin kolaborasi dengan peternakan, mereka buat inovasi ternak yang lebih sehat dengan pakan dari sumber daya kita sendiri, dan kita mendesainkan kandang yang lebih sehat,” bebernya.
Lutfi mengungkapkan, pihaknya juga telah memberikan edukasi anggota Askonas agar melakukan kegiatan jasa kontruksi dengan mengedepankan bangunan hijau. Kemudian ada pula sertifikasi green building.
Selain itu, terdapat pembinaan pembangunan rumah dari bahan daur ulang yang proyeksinya menggandeng perguruan tinggi untuk menghasilkan solusi rumah yang lebih baik, sesuai target dari pemerintah.
“Seperti disampaikan presiden terpilih akan memberikan sebuah solusi rumah 2 sampai 3 juta rumah per tahun. Bicara tentang biayanya, memang negara mengalami devisa anggaran sehingga kita harus membuatkan solusi jumlahnya banyak tapi biayanya sedikit,” jelas Lutfi.
Ia berharap, sebagai asosiasi resmi yang dibentuk oleh Kementerian PU, Askonas dapat dilibatkan dalam program yang dicanangkan oleh pemerintah terkait pembangunan rumah tersebut.
“Harapan kami dilibatkan, karena kami asosiasi resmi yang dibentuk untuk mengedukasi atau melakukan pembinaan terhadap anggota kami agar sinkron dengan program pemerintah. Harapan kami para pemuda dan mahasiswa juga dilibatkan sehingga terjadi keberlangsungan,” tandasnya. [ipl/kun]






