Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, tak sepenuhnya lepas tangan terhadap keberadaan Persid, kendati manajemen klub sepak bola tersebut sudah menyatakan tak ingin dibiayai APBD. Mereka tetap mendapat bantuan pinjaman fasilitas dari pemerintah daerah setempat.
Hal ini dikemukakan Ketua Asosiasi Kabupaten PSSI Jember Try Sandi Apriana, ditulis Minggu (24/7/2022). “Dari tahun lalu, Persid sudah mandiri. Hanya dibantu pemerintah berupa fasilitas seperti bantuan pemanfaatan ambulans dari Dinas Kesehatan, dukungan lapangan latihan dari Dinas Cipta Karya, keperluan olahraga dari Dinas Kepemudaan dan Olahraga,” katanya.
Dengan tidak dibiayai APBD Jember, menurut Sandi, Persid sudah siap menuju ke liga profesional. “Memang disiapkan untuk itu, tapi kita memang harus berproses,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”persid-jember”]
Sebelumnya, Rezky Pratama Hermansyah, Manajer Persid dan Ketua Harian Yayasan Wes Wayahe Jember Bangkit yang menaungi klub tersebut, mengatakan, tak akan meminta bantuan APBD untuk pembiayaan kompetisi. “Kami harus lebih giat lagi mencari sponsor. Kami tidak mau menggunakan APBD. Sama seperti tahun lalu semua lancar-lancar saja walau kami masih di Liga 3,” katanya.
Sandi percaya Persid bisa mandiri. “Insya Allah mampu, karena ada sponsor dan support system, termasuk stakeholder dan organisasi perangkat daerah terkait. Insya Allah ke depan Persid bisa menuju profesional. Ini hanya proses menuju ke sana dan latihan menuju liga profesional,” katanya.
“Saran saya untuk Persid, lebih baik ke depan benar-benar berjuang untuk menjuarai Liga 3. Semua harus dipersiapkan lebih baik. Mumpung waktunya masih lama. Pertama, dari segi pemain, harus disiapkan pemain berkualitas terbaik. Kedua, kita sudah punya pelatih bagus, Coach Herrie Setyawan, dan support system yang bagus, seperti menggerakkan suporter,” kata Sandi.
Sandi sadar, Persid membutuhkan perjuangan ekstra keras untuk bisa menembus Liga 2. “Kita harus optimistis. Yang jelas kita harus juara liga dulu. Menuju Liga 2 tanpa juara, belum bisa. Kita harus bisa mengukur kemampuan kita sendiri,” katanya. [wir/ted]






