Pamekasan (beritajatim.com) – Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak menyampaikan pentingnya percepatan transformasi Posyandu yang mencakup enam bidang layanan yang tertuang dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
SPM Posyandu tersebut mengacu pada enam bidang pelayanan dasar yang wajib disediakan oleh pemerintah daerah, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018 dan ditegaskan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Posyandu.
Terlebih transformasi SPM Posyandu dari fokus kesehatan ibu dan anak menjadi pusat pelayanan dasar terpadu, meliputi bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum dan penataan ruang, perumahan rakyat dan kawasan pemukiman, ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, serta bidang sosial.
“Transformasi ini memberikan tanggungjawab baru bagi Posyandu, mulai dari pengawasan kesehatan, pendataan lebih akurat hingga dukungan terhadap penurunan stunting. Hal ini sekaligus menjamin lingkup kehidupan anak, baik di rumah maupun di lingkungan kampung atau desa,” kata Arumi Bachsin Emil Dardak, Jum’at (28/11/2025).
Bahkan pihaknya menilai jika hal tersebut direalisasikan, tentunya akan berdampak positif terhadap keberadaan setiap posyandu. “Kalau hampir semua Posyandu memberi pelayanan dasar dengan baik, maka imunisasi, gizi dan timbang bisa berjalan lancar,” ungkapnya.
“Artinya sanitasi itu tidak bisa hanya rumah tertentu saja, tapi komunal. Gotong royong sangat penting agar pencegahan diare dan penyakit lain meningkat, sebab keberhasilan program ini membutuhkan dukungan lingkungan sekitar, mulai dari sekolah hingga desa,” imbuhnya.
Sementara Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman menyampaikan dukungan penuh terhadap penguatan kelembagaan Posyandu, termasuk pemberdayaan kader dan pemberian PMT balita. “Semoga kegiatan ini semakin menguatkan komitmen kita untuk menekan prevalensi stunting di Pamekasan,” ungkapnya.
“Tidak kalah penting, kami juga menyampaikan terima kasih atas kunjungan Ketua Tim Pembina Posyandu Jatim. Semoga sinergi antara provinsi dan kabupaten semakin baik dalam optimalisasi peran Kader Posyandu dan penanganan stunting,” imbuhnya.
Selain itu pihaknya juga menjelaskan perkembangan prevalensi stunting berdasarkan SSGI, SKI, dan data Bulan Timbang. Meski sempat mengalami fluktuasi, data terbaru menunjukkan tren penurunan signifikan pada 2025 hingga mencapai 2,88 persen. “Karena itu kami berharap dengan kunjungan Ibu hari ini, penurunan stunting bisa terus kita capai,” jelasnya.
“Sebab disadari atau tidak, Posyandu bukan sekadar program rutin, tetapi institusi sosial yang menentukan kualitas generasi masa depan. Terlebih Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga mengapresiasi atas semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat bersama 998 posyandu dengan total sebanyak 4.868 kader aktif di Pamekasan. “Selama ini banyak masyarakat swadaya membangun infrastruktur, dan alhamdulillah hasilnya cukup bagus,” pungkasnya. [pin/but]






