Surabaya (beritajatim.com) – Arsitektur UK Petra Surabaya melaunching program baru, yakni Sustainable Housing and Real Estate (SHRE). Hal ini untuk menjawab adanya isu lingkungan yang mempengaruhi perancangan rumah.
Kepala Program SHRE Timoticin Kwanda mengatakan bahwa ke depan perencanaan perumahan yang ramah kondisi lingkungan menjadi sebuah tantangan. UK Petra pun menyikapinya lewat pembukaan program SHRE ini.
“Salah satu solusi dalam perencanaan perumahan di perkotaan adalah dengan perencanaan hunian yang kompak vertikal. Ini bertujuan mengurangi frekuensi lalu lintas kendaraan dan menambah jumlah ruang terbuka hijau,” ujarnya, ditulis Senin (21/8/2023).
Ia mengungkapkan, bahwa akan ada peningkatan harga lahan dan konstruksi seiring makin terbatasnya lahan yang tersedia. Sehingga, pada akhirnya harga rumah juga semakin mahal.
Karena itulah, trend luas hunian kini mulai bergeser kepada hunian dengan luasan lebih kecil, terutama hunian horizontal, agar harganya lebih terjangkau. “Tantangan mendesain rumah kecil itu memaksimalkan pencahayaan dan penghawaan alami,” katanya.
Saat ini pun, bahkan muncul trend hunian mungil. Ini sudah menjadi fenomena di sejumlah kota besar di negara maju seperti Tokyo dan Singapore. “Konsep huniannya tentu perlu diimbangi tatanan ruang dan interior yang efisien serta fleksibel,” tuturnya.
Timoticin Kwanda juga menyampaikan bahwa saat ini, program SHRE UK Petra Surabaya sudah mulai menerima mahasiswa baru tahun ajaran 2023/2024.
Pada launching program baru tersebut, di saat yang sama juga dilakukan Launching Logo Baru FTSP dan pemberian Lifetime Achievement Award. Selain itu, acara ini juga dirancang sebagai momentum simbolik atas kerjasama yang terjalin antara Architecture UK Petra dengan beberapa pengembang real estate di Surabaya. [ipl/kun]
BACA JUGA: Mahasiswa UK Petra Surabaya Kembangkan Aplikasi Belajar Aksara Jawa






