Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni, menilai satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah menunjukkan arah pembangunan yang jelas dan terukur. Dia menyebut duet tersebut berhasil membangun fondasi Indonesia yang kuat, mandiri, dan berdaulat.
Hal itu disampaikan Fathoni seusai menjadi narasumber dalam diskusi bertema “Refleksi Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Janji, Realita, dan Harapan Bangsa” yang digelar Aliansi BEM Mahasiswa di Surabaya, Senin (20/10/2025).
“Satu tahun sudah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memimpin bangsa ini. Dalam waktu yang singkat, kita dapat melihat berbagai langkah nyata yang membawa dampak positif bagi masyarakat,” ujar dia.
Menurut politisi yang pernah menjabat Ketua DPD Golkar Surabaya ini, fokus pemerintah pada kemandirian pangan, energi, dan penguatan pertahanan nasional menunjukkan keseriusan Presiden Prabowo dalam menegakkan kedaulatan di berbagai sektor.
“Gaya kepemimpinan yang tegas dan berani dari Presiden Prabowo berpadu dengan semangat muda dan inovatif Wakil Presiden Gibran, menciptakan keseimbangan antara pengalaman dan gagasan baru,” kata dia.
Dia juga menilai pemerintahan saat ini telah mendorong transformasi di sektor digital dan pendidikan vokasi. Menurut dia, kebijakan ini menjadi langkah strategis untuk menyiapkan generasi produktif menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Tahun pertama ini adalah fondasi kuat menuju masa depan Indonesia yang mandiri, modern, dan bermartabat,” ujar dia.
Selain itu, Fathoni menilai program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu prioritas nasional merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak sumber daya manusia unggul.
“Program makan bergizi gratis merupakan upaya Presiden Prabowo untuk membangun SDM jangka panjang dalam rangka menyiapkan generasi unggul menyongsong Indonesia Emas 2045,” tegas dia.
Fathoni juga mengapresiasi langkah Presiden yang menugaskan Menteri ESDM menata ulang sistem distribusi migas agar lebih adil dan tepat sasaran. Menurutnya, kebijakan itu sejalan dengan amanat konstitusi untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Penataan distribusi migas yang adil dan tepat sasaran yang ditugaskan Presiden ke Menteri ESDM Bahlil Lahadalia merupakan upaya perwujudan keadilan sosial yang diharapkan oleh Presiden Prabowo Subianto,” jelas dia.
Lebih lanjut, politisi yang akrab disapa Mas Toni ini juga menanggapi hasil survei Poltracking Indonesia yang menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran mencapai 78,01 persen. Dia menilai angka tersebut mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap arah kebijakan pemerintah.
“Angka kepuasan publik 78,01 persen itu menunjukkan masyarakat percaya dan berharap program-program pemerintahan Presiden Prabowo dapat terus berlanjut. Ini menjadi modal sosial yang penting untuk menjaga stabilitas dan keberlanjutan pembangunan nasional,” ujar dia.
Mas Toni optimistis sinergi antara pemerintah pusat dan seluruh elemen bangsa akan membawa Indonesia menjadi negara yang semakin disegani di dunia internasional.
“Selamat satu tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran. Teruskan kerja nyata untuk Indonesia yang lebih baik,” pungkas dia.[asg/aje]






