Surabaya (beritajatim.com) – Pemain Persebaya Surabaya asal Mojokerto, Arief Catur, kini mengoleksi dua kartu kuning hingga pekan ketiga BRI Liga 1 2025/2026. Kondisi ini membuat pelatih Persebaya, Eduardo Perez, was-was jika sang pemain terkena akumulasi kartu dan harus absen dalam laga penting.
Menurut Eduardo, kehilangan Catur akan menjadi keputusan berat bagi tim yang bermarkas di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya. “Masih harus dipastikan lagi,” ucap pelatih asal Spanyol itu singkat saat ditemui di Surabaya, Sabtu (30/8/2025).
Arief Catur sebelumnya mendapat kartu kuning saat laga melawan Persita Tangerang dan Bali United. Meski pertandingan melawan PSM Makassar mengalami penundaan, Eduardo menegaskan dirinya tetap menyiapkan skema alternatif bila Catur tidak bisa tampil akibat akumulasi kartu.
Eduardo menambahkan, fokus utama Persebaya saat ini adalah menjaga ritme latihan tim. Ia mengingatkan anak asuhnya agar tidak memandang remeh PSM Makassar meskipun klub asal Sulawesi Selatan itu belum meraih kemenangan dalam tiga laga terakhir.
“Pertandingan PSM vs Persebaya akan berjalan sengit. Kedua tim punya sejarah panjang di sepak bola nasional dan sama-sama didukung basis suporter besar,” ujar Eduardo.
Untuk bisa tampil maksimal, seluruh tim Persebaya rajin melakukan evaluasi dengan menonton rekaman pertandingan. “Kami menganalisis lawan dan memulai persiapan tim sebaik mungkin,” jelasnya. [way/beq]






