Malang (beritajatim.com) – Arema FC memastikan bertahan di Liga 1. Klub berjuluk Singo Edan itu berhasil lolos dari degradasi berkat bermain imbang 0-0 melawan Madura United dalam pertandingan Liga 1 di Stadion Gelora Bangkalan pada Selasa (30/5/2024).
Manajer tim Arema FC Wiebie Dwi Andriyas mengaku bersyukur atas hasil ini. Akhirnya tim yang dia pimpin tidak turun kasta ke Liga 2.
Dengan hasil imbang ini menempatkan tim Singo Edan di posisi ke 15 klasemen akhir Liga 1 dengan mengemas 38 poin.
“Tentu saja tidak ada kata lain selain mengucapkan rasa syukur Alhamdulillah, karena kami masih bertahan di Liga 1. Tentunya hasil ini juga berkat kerja keras dari semuanya serta suporter yang terus memberikan dukungan untuk Arema FC,” kata Wiebie Dwi Andriyas.
Wiebie mengakui bahwa musim kompetisi Liga 1 2023/2024 Arema FC harus melewati banyak momen dramatis, karena harus berjibaku demi bisa lolos dari zona merah, meskipun baru bisa memastikan aman di pertandingan terakhir.
“Kami rasa momen dramatis tidak hanya hari ini, karena kami terus berjuang dan berjuang. Meskipun memang kita harus menghadapi pertandingan terakhir untuk bisa memastikan lolos dari zona degradasi,” ujar Wiebie.
Wiebie menegaskan bahwa musim ini akan menjadi pelajaran berharga bagi Arema FC untuk mempersiapkan tim di musim depan.
“Tentu saja ini menjadi pelajaran berharga, agar kedepan kami bisa lebih baik lagi,” ujar Wiebie. [luc/but]






