Bondowoso (beritajatim.com) – Areal tanam tembakau di Kabupaten Bondowoso tahun 2024 meningkat sekitar 50 persen dibanding tahun lalu. Antusias petani yang tinggi justru tak diiringi dengan penjualan ideal.
Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Bondowoso, Ahmad Yasid menyebut, tahun ini luas areal tembakau naik drastis lebih dari 3 ribu hektar.
“Jika tahun sebelumnya areal tanam 6.500 an hektar, tahun ini naik menjadi 9 ribu sampai 10 ribu hektar,” ungkap Yasid kepada BeritaJatim.com, Kamis (12/9/2024).
Hal itu menandakan bahwa petani antuasias menanam tembakau. Walaupun ternyata penjualan tidak sesuai dengan harapan.
“Tahun kemarin ada gudang-gudang besar yang membeli tembakau Bondowoso, seperti Sadana. Tapi tahun ini masih belum buka. Tidak ada pembelian di Bondowoso,” bebernya.
Hal ini pun diwaspadai oleh petani. Sebab tembakau berbeda dengan komoditi seperti padi yang masuk kategori pasar persaingan sempurna.
“Walaupun penjualnya banyak, pembelinya juga banyak dan bisa menggiling kapanpun. Jadi panen sebanyak apapun, pasti laku terjual dengan harga layak,” tutur Yasid.
Namun komoditi tembakau masuk kategori pasar Oligopsoni. Dimana penjualnya banyak, namun hanya ada segelintir pembeli saja.
“Bahan bakunya sekarang banyak. Tapi pembeli besar justru tidak buka,” keluh warga Desa Pekalangan, Kecamatan Tenggarang ini.
Katanya, memang ada beberapa gudang kecil yang menyerap tembakau petani.
“Tapi kapasitas permintaan terbatas. Sementara stok tembakau petani kan cukup besar. Nah ini kemana nantinya penjualannya,” kata Yasid mengkhawatirkan.
Akhirnya, ada sebagian petani menjual tembakaunya ke luar daerah. Walaupun tantangannya di setiap daerah sama saja.
“Areal tanam tembakau naik. Namun di sisi lain, banyak gudang besar yang belum membeli,” kata Sekretaris APTI Provinsi Jawa Timur ini.
Menurutnya, di masa depan hal ini bisa menjadi bencana bagi petani tembakau di Kabupaten Bondowoso.
“Ini seperti menunggu bom waktu saja. Pemkab perlu ada monitoring. Jangan kemudian setelah meledak baru bergerak,” pintanya. (awi/ted)






