Surabaya (beritajatim.com) – Kuliner Arab masih jarang ditemukan di Kota Pahlawan. Bila ada, harga yang cenderung tinggi membuat warga harus berpikir dua kali untuk menikmati citarasa ala negeri 1001 malam.
Karena itulah, Ninik Yahya, 52, mendirikan Arabelly. Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) asal Kecamatan Genteng itu menyediakan kuliner asli Timur Tengah.
Resepnya pun asli dari negeri Arab. Almarhum suaminya, Ilyas Yahya, meninggalkan resep berbagai makanan khas Arab di dokumen-dokumen penting.
“Sewaktu suami saya meninggal dunia, saya membereskan dokumen seperti akta kelahiran, akta Kematian, sampai ijazah. Disitu saya menemukan resep masakan yang kemudian saya gunakan di Arabelly ini,” kata Ninik saat dihubungi, Minggu (7/8/2022).

Beberapa resep yang ditemukannya adalah Nasi Mandhi, Nasi Biryani, Chicken Al-Baik, Samosa, Martabak Arab, hingga Laffa. Ia pun mulai membuat masakan-masakan khas Timur Tengah dan dijual dengan harga terjangkau.
“Suami saya meninggal karena Covid-19 pertengahan 2020. Arabelly pun mulai dipasarkan sejak pandemi awal,” ujar dia.
Saat ini, Arabelly menyediakan Nasi Biryani, Chicken Al-Baik dan Laffa. Nasi Mandhi memang belum dijual karena masih cenderung mahal.
“Bahan baku dan pembuatan Nasi Mandhi cukup premium. Nggak bisa dijual murah. Sementara saya ingin makanan Arab ini bisa dinikmati dengan harga murah tapi citarasa mewah,” paparnya.
Ia mencontohkan dengan Nasi Biryani buatannya. Dilengkapi rempah-rempah olahan dan daging roasted chicken yang juicy dan lembut, warga cukup mengeluarkan uang senilai Rp25000.
“Biasanya Nasi Biryani dipatok harga Rp30.000 ke atas. Ini harga kaki lima tapi kualitas premium. Bau rempahnya strong tapi nggak bikin mual. Daging ayamnya juga juicy dan bumbunya meresap sampai ke dalam,” jelas dia.
[berita-terkait number=”4″ tag=”surabaya”]
Sementara Laffa sendiri, kata Ninik, merupakan kudapan berupa tortilla berisi roasted chicken dan sayur mayur. Satu porsi dipatok harga Rp10.000.
“Yang bikin beda adalah bumbunya. Bumbu mayonaise dengan olive oil dan olahan rempah khas Arabelly. Sama seperti Chicken Al-Baik, bumbunya beda. Aroma Rempah-rempahnya kuat, tapi rasanya soft. Melted di lidah,” ungkap Ibu dari 2 anak itu.
Sejauh ini, Ninik bercerita bahwa customer sering memesan Nasi Biryani di tempeh besar. Satu tempeh berisi Nasi Biryani, Roasted Chicken, topping samosa, dan roti pita.
“Satu tempeh bisa untuk 5 orang. Paling banyak untuk 10 orang. Kisaran harga dari Rp150.000 hingga Rp250.000,” ujarnya.
Dalam seminggu, Ninik bisa menerima pesanan 10-15 tempeh. Sementara Laffa dan Martabak bisa dipesan langsung di lapak UMKM Genteng Besar.
“Untuk sementara kami hanya menerima pemesanan via Instagram dan offline di Jalan Genteng Besar,” pungkas dia. (ted)






