Surabaya (beritajatim.com) – Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) baru saja menyelenggarakan Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) XXXIII di Surabaya.
Acara ini menjadi ajang strategis bagi para pelaku usaha, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya untuk berdiskusi dan merumuskan langkah-langkah konkrit dalam menghadapi tantangan perekonomian nasional dan global.
Tema utama Rakerkonas XXXIII, “Sinergi Pengusaha dan Pemerintah: Memastikan Kualitas Regulasi dan Peran Birokrasi Dalam Memperlancar Kegiatan Usaha”, menjadi sorotan utama dalam diskusi. Para peserta sepakat bahwa sinergi yang kuat antara pemerintah dan pengusaha merupakan kunci keberhasilan dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif.
Menteri Ketenaga-kerjaan, Ida Fauziyah jelang berakhirnya masa kerjanya juga turut hadir dan melakukan MoU dengan Apindo. Ida meminta kedepan hubungan Apindo dan pemerintah tetap selaras dalam kolaborasi akan membuka kesempatan-kesempatan baik dalam kelangsungan serta mendorong kemajuan usaha, serta pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.
Menurut Ketua Umum APINDO, Shinta W. Kamdani, sinergi dunia usaha dan pemerintah di seluruh daerah di Indonesia merupakan hal mendasar dalam menciptakan iklim usaha dan investasi yang kondusif untuk penciptaan lapangan pekerjaan.
“Di usia 79 tahun kemerdekaan Indonesia, kita merefleksikan panggilan kebangsaan untuk menciptakan lapangan kerja demi kesejahteraan bersama. Penciptaan lapangan kerja adalah kunci untuk meningkatkan daya beli masyarakat, mengurangi pengangguran, dan mengangkat harkat hidup masyarakat kita,” jelasnya.
Rakerkonas APINDO XXXIII juga diisi dengan Dialog Ekonomi bersama para tokoh-tokoh ekonomi nasional, termasuk Sofjan Wanandi, Sudhamek, Hariyadi Sukamdani, Suryadi Sasmita, dan Mari Elka Pangestu.
Selain itu, Menteri Dalam Negeri, Jenderal Polisi (Purn) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D., juga memberikan pandangannya terkait implementasi kebijakan pajak daerah dan peran pemerintah daerah dalam mendukung dunia usaha.
Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal RI, Rosan Roeslani membahas mengenai strategi menarik Foreign Direct Investment (FDI) yang tidak hanya membawa fresh money, namun juga teknologi baru dan peningkatan skills tenaga kerja dalam rangka mendukung produktivitas untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Jawa Timur, sebagai tuan rumah, menjadi contoh nyata keberhasilan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Penjabat Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Jawa Timur berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan investasi yang terus meningkat.
Dalam Rakerkonas ini, APINDO menyampaikan sejumlah rekomendasi kebijakan kepada pemerintah, di antaranya:
Deregulasi dan debirokratisasi
Mempermudah perizinan berusaha, mengurangi tumpang tindih peraturan, dan meningkatkan efisiensi pelayanan publik.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia
Meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan vokasi untuk memenuhi kebutuhan industri.
Penguatan infrastruktur
Mempercepat pembangunan infrastruktur yang mendukung konektivitas dan logistik.
Peningkatan daya saing UMKM
Memberikan dukungan yang lebih besar kepada UMKM melalui akses pembiayaan, teknologi, dan pasar.
Pemantapan ekosistem inovasi
Mendorong inovasi dan pengembangan teknologi baru untuk meningkatkan produktivitas.
Salah satu topik yang menarik perhatian dalam Rakerkonas adalah dampak transformasi digital terhadap dunia usaha. Peserta diskusi menyoroti pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing. Namun, di sisi lain, transformasi digital juga membawa tantangan baru seperti keamanan data dan perlindungan konsumen.
Dalam dialog interaktif yang dipandu oleh Ketua Dewan Pakar Koalisi Indonesia Maju (KIM), Burhanuddin Abdullah peserta Rakerkonas diharapkan dapat menggali lebih dalam tentang arah kebijakan ekonomi di bawah kepemimpinan nasional yang baru serta mengantisipasi dampak perlambatan ekonomi global terhadap Indonesia.
Fokus utama diskusi akan mencakup kolaborasi strategis antara pemerintah dan pelaku usaha dalam research & development yang dapat dikapitalisasi untuk pengembangan industri, serta penguatan skala usaha menengah guna mendorong produktivitas nasional.
Rakerkonas APINDO XXXIII menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, akademisi, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan global. Melalui sinergi yang kuat, diharapkan dapat tercipta ekosistem bisnis yang sehat dan berkelanjutan.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, APINDO juga menggelar APINDO Expo & UMKM Fair yang menampilkan berbagai produk UMKM dari seluruh Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas pasar bagi UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.
Rakerkonas APINDO XXXIII telah berhasil menjadi forum yang strategis bagi para pelaku usaha dan pemerintah untuk berdiskusi dan mencari solusi bersama dalam menghadapi tantangan perekonomian nasional. Rekomendasi-rekomendasi yang dihasilkan dari Rakerkonas ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang lebih mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.[rea/ted]






