Surabaya (beritajatim.com) – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Timur (Jatim) menjalin kerja sama dengan asosiasi pengusaha provinsi Guangdong, Tiongkok. Kerja sama ini ditandatangani dalam rangka meningkatkan pertukaran ekonomi bersama, investasi, teknologi, dan kolaborasi.
Ketua DPP Apindo Jatim, Eddy Widjanarko, menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan hasil dari kunjungan Dewan Pengurus Nasional (DPN) Apindo yang dipimpin Shinta W Kamdani ke Tiongkok.
“Khusus dengan Apindo Jatim, kami bekerjasama dengan asosiasi pengusaha dengan nama Guangdong Entreprenuers Corporation and Development Promotion Association,” ujar Eddy.
Secara garis besar, kerja sama ini bertujuan untuk memperdalam saling pengertian dan persahabatan, serta meningkatkan kerja sama dalam memajukan program pertukaran ekonomi, investasi, teknologi, dan kolaborasi.
“Kedua belah pihak akan memberikan program inovasi kolaborasi untuk mengembangkan perekonomian yang maju melalui program pertukaran, investasi, teknologi dan kolaborasi di masing-masing wilayah negara mitra,” jelas Eddy.
Beberapa fokus utama dalam kerja sama ini antara lain:
- Proyek pertukaran ekonomi: Menciptakan peluang pencocokan bisnis, mendorong investasi, dan meningkatkan penerapan teknologi modern untuk mendukung industri, energi terbarukan, dan pertanian.
- Memfasilitasi investasi: Saling membantu perusahaan yang ingin berinvestasi di Indonesia dan Tiongkok.
- Promosi perdagangan internasional: Mengadakan pameran dan expo untuk memperluas peluang perdagangan antar kedua belah pihak.
Guangdong Entreprenuers Corporation and Development Promotion Association, diwakili oleh Li Xiao Yang, menyambut baik kerja sama ini dan melihat potensi besar yang dapat diraih bersama.
“Guangdong adalah provinsi dengan ekonomi, populasi, dan perdagangan luar negeri yang besar. Pada tahun 2023, GDP mencapai 13.57 triliun yuan, sekitar 1/10 dari total nasional, dan juga memimpin di seluruh negara selama 35 tahun berturut-turut,” kata Li Xiao Yang.
Dengan kerja sama ini, diharapkan dapat meningkatkan hubungan ekonomi dan teknologi antara Indonesia dan Tiongkok, khususnya antara Jawa Timur dan Guangdong. [rea/ian]






