Pacitan (beritajatim.com) – Sebuah insiden kebakaran hampir meludeskan pabrik tahu tuna milik Kuniasih dan Sutrisno yang terletak di Dusun Sawahan, Desa Sawahan, Kecamatan Pringkuku, Pacitan pada Senin (21/10) siang. Kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 WIB saat seorang pekerja, Sulistyowati, mendengar suara mencurigakan dari dapur produksi.
Menurut Sulistyowati, api tiba-tiba membesar dan asap tebal memenuhi ruangan dengan cepat. “Terdengar suara dari dapur, saat dicek api sudah membesar dan asap tebal memenuhi ruangan,” ungkapnya.
Dapur pabrik yang panas akibat proses memasak membuat api cepat membesar, membakar peralatan dapur, mesin produksi, serta bahan baku tahu tuna yang sedang dalam proses pembuatan. Material bangunan yang mudah terbakar juga menyebabkan api menyebar dengan cepat ke bagian lain pabrik.
Namun, berkat kesigapan warga sekitar dan para pegawai pabrik, sejumlah barang berharga seperti freezer dan produk tahu berhasil diselamatkan sebelum api semakin meluas.
Tim pemadam kebakaran Pacitan segera bertindak setelah menerima laporan kebakaran sekitar pukul 13.51 WIB. Dua unit mobil pemadam dan satu mobil suplai air dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api. Kabid Damkar Satpol PP Pacitan, Sugito, menjelaskan bahwa proses pemadaman dilakukan dengan cepat untuk mencegah api menyebar lebih luas.
“Kami segera melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah api muncul kembali,” ungkap Sugito.
Menurut Sugito, kebakaran diperkirakan berasal dari penggorengan yang baru saja digunakan. Suhu tinggi di dalam ruangan memicu api menyebar dengan cepat, menyambar material mudah terbakar di sekitar lokasi dapur. Diperkirakan, kerugian akibat kebakaran ini mencapai puluhan juta rupiah. [sul/ian]






