Surabaya (beritajatim.com) – Tahukah Anda tentang sifat frugal living yang kerap kali justru dikira pelit? Padahal sifat ini berbeda dengan pelit, lebih tepatnya semacam hemat gitu.
Di era yang serba tersedia ini, banyak orang lebih memilih hidup konsumtif daripada hidup hemat. Namun, ada sekelompok orang yang memilih untuk menentang arus tersebut.
Salah satunya dengan menjalani frugal living. Frugal living merupakan gaya hidup hemat yang bijak dalam mengelola uang, dengan cara memperhatikan setiap kebutuhan dan menghindari pembelian barang yang tidak diperlukan.
BACA JUGA: Waspada Leptospirosis, Berikut 7 Cara Mengusir Tikus yang Ampuh
Bagi seorang frugal, harga bukanlah hal yang penting dalam memilih sebuah barang. Yang terpenting adalah fungsinya, karena barang tersebut akan memberikan nilai tambah bagi kehidupannya. Mereka juga tidak membeli barang hanya untuk membuat orang lain terkesan.
Frugal living bukan hanya tentang membatasi pengeluaran, tetapi juga tentang memaknai hidup dengan sederhana demi mencapai tujuan finansial yang lebih penting. Namun, gaya hidup ini juga memiliki sisi buruk yang perlu diketahui.
Salah satu sisi buruk frugal living adalah membatasi diri dalam bersosialisasi. Bagi sebagian orang, sosialisasi dianggap sebagai kegiatan yang membutuhkan pengeluaran yang tidak penting.
Namun, frugal living bukan berarti anti-sosial, mereka hanya mempertimbangkan pengeluaran yang sesuai dengan target keuangan mereka.
Selain itu, frugal living sering dianggap sebagai perilaku pelit oleh orang sekitar. Padahal, frugal living tidak sama dengan sifat pelit, karena mereka mengelola keuangan dengan bijak dan meminimalkan risiko menjadi beban bagi orang lain.
BACA JUGA: Bonek Lepas Akhmad Yusep Gunawan Jadi Wakapolda Jawa Timur
Namun, terdapat juga frugal yang kurang memperhatikan kualitas barang yang dibeli. Mereka cenderung mencari barang dengan harga yang murah tanpa memperhatikan kualitasnya, sehingga seringkali barang tersebut cepat rusak dan menjadi tidak berguna.
Untuk mengatasi sisi buruk frugal living, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan. Pertama, membuat perencanaan keuangan bulanan yang rinci dan konsisten.
Kedua, menghindari mengikuti trend, karena trend selalu berubah dan cenderung membuat seseorang impulsif dalam membelanjakan uang.
Ketiga, menghargai uang dan tidak meremehkan nilai kecil yang dikeluarkan, karena nilai kecil yang dikumpulkan secara konsisten dapat menjadi besar.
Terakhir, menjaga pola hidup sehat untuk menghindari biaya pengeluaran yang tidak diinginkan.
BACA JUGA: Beto Goncalves Selamatkan Madura United dari Kekalahan atas Bali United
Dapat disimpulkan, frugal living adalah gaya hidup yang dapat membantu seseorang untuk mengelola keuangan dengan bijak dan menghindari pemborosan.
Namun, perlu diingat bahwa frugal living tidak sama dengan perilaku pelit, dan juga memiliki sisi buruk yang perlu diatasi dengan cara yang tepat. (ian)






