Ponorogo (beritajatim.com) – Pasar malam di Alun-alun Ponorogo kembali diperpanjang. Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdagkum) Ponorogo berencana akan memperpanjang sepekan lagi, hingga tanggal 21 April 2025 nanti.
Ada beberapa pertimbangan pasar malam yang ada sejak pertengahan bulan Ramadhan lalu itu, diperpanjang lagi usai perayaan Lebaran. Selain karena antusiasme warga tinggi sehingga perputaran ekonomi lancar, juga karena cuaca hujan yang sering mengguyur Bumi Reog.
“Kami berencana memperpanjang sepekan lagi, Insyaallah sampai tanggal 21 April 2025,” kata Kepala Disperdagkum Ponorogo, Ringga Dwi Heri Irawan Selasa (15/4/2025).
Ringga menjelaskan bahwa perpanjangan ini, merupakan permintaan dari pedagang dan pengelola wahana permainan yang ada di pasar malam Alun-alun Ponorogo. Alasan mereka meminta perpanjangan, kata Ringga karena selama event pasar malam berlangsung, sering diguyur hujan. Perpanjangan ini, diharapkan bisa menutup biaya-biaya yang selama ini terjadi hujan.
“Selama penyelenggaraan pasar malam kan juga sering hujan, itu alasan pedagang dan pengelola wahana memperpanjang,” katanya.
Selain dari para pedagang dan pengelola wahana permainan, Ringga mengeklaim bahwa permintaan perpanjangan pasar malam juga keinginan masyarakat Ponorogo. Masyarakat yang selama Lebaran sibuk bersilaturahmi, mengaku belum sempat berkunjung ke pasar malam. Alhasil, dengan adanya perpanjangan ini, menjadi momentum untuk menikmati suasana pasar malam di Alun-alun Ponorogo.
“Banyak masyarakat juga menginginkan. Ya bagus ada perputaran ekonomi di sana, ya tentunya bisa menambah PAD,” pungkasnya.
Untuk diketahui sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo kembali menggelar pasar malam di Alun-Alun Ponorogo mulai tanggal 16 Maret hingga 13 April 2025. Kegiatan tahunan ini diinisiasi oleh Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdakum) Ponorogo, dengan target pendapatan asli daerah (PAD) mencapai Rp 450 juta.
Pasar malam di Alun-alun Ponorogo menjadi agenda tahunan yang selalu dinantikan masyarakat. Selain sebagai wahana hiburan dengan berbagai permainan dan pertunjukan, kegiatan ini juga maka dampak positif bagi perekonomian daerah, terutama bagi para pedagang dan pelaku usaha kecil. [end/aje]






