Jember (beritajatim.com) – Antrean panjang warga Kabupaten Jember, Jawa Timur, terlihat di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), Kamis (5/3/2026) malam.
Antrean yang meluber hingga ke tepi jalan terlihat di SPBU depan Pasar Sabtuan, Jalan Basuki Rahmat, Kecamatan Kaliwates. Antrean juga terlihat di SPBU Jalan Ahmad Yani.
“Ini karena adanya pemberitaan terkait ketahanan stok BBM yang disebut cukup untuk 23 hari,” kata Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswanamigas) Besuki, Ikbal Wilda Fardana.
Ikbal meminta kepada warga untuk tetap tenang. “Kami mengimbau masyarakat tidak membeli BBM berlebihan,” katanya.
Masyarakat diharapkan Ikbal membeli BBM sesuai kebutuhan. “Kami pastikan sampai saat ini stok BBM maupun pengiriman BBM dari depo berjalan lancar tanpa kendala,” katanya.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Jember langsung melakukan rapat koordinasi dengan dipimpin langsung Bupati Muhammad Fawait via daring. Pejabat Sekretaris Daerah Akhmad Helmi Luqman hadir di Pendapa Wahyawibawagraha, bersama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Regar Jeane Dalen Nangka dan Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan Sartini.
Selain itu, Ikbal Wilda Fardana dan Sub Branch Manager (SBM) Pertamina JemberAndi Reza mengikuti rapat tersebut secara daring.
“Hari ini terjadi panic buying di masyarakat. Namun SPBU-SPBU melakukan operasional secara mormal dan tidak ada pengurangan pemyaluran. Penyaluran berjalan aman dan stok juga sangat aman di SPBU,” kata Andi Reza.
Andi saat itu di depot Tanjungwangi, Banyuwangi, untuk memastikan tidak ada kendala suplai. “Alhamdulillah, informasi terakhir dari teman-teman depot memang tidak ada kendala. Kami minta masyarakat tidak panik,” katanya. [wir]






