Blitar (beritajatim.com) – Pasien Rumah Sakit Umum Daerah Ngudi Waluyo Wlingi Blitar kini tidak perlu lagi mengantre lama. Pasien yang sudah pernah datang ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi kini hanya perlu menempelkan kartu pasiennya ke mesin antre yang diberi nama Anoman.
Melalui inovasi ini pasien RSUD Ngudi Waluyo Wlingi kabupaten Blitar hanya membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua detik saja untuk antri dan langsung akan mendapatkan pelayanan medis di Poli kesehatan yang dibutuhkan.
“Melalui inovasi ini pasien hanya perlu waktu sekitar satu detik mungkin untuk langsung menerima layanan kesehatan di Poli kesehatan yang diinginkan,” kata Wakil Direktur RSUD Ngudi Waluyo, Deny C, Selasa (28/02/23).
Inovasi layanan Anoman ini sengaja dimunculkan oleh RSUD Ngudi Waluyo Wlingi karena banyaknya antrian warga yang berobat. Dulu masyarakat harus mengantri berjam-jam sebelum mendapatkan layanan di sejumlah poli kesehatan yang ada di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar.
Baca Juga: Masyarakat 7 Kecamatan Dukung Pemekaran Blitar Selatan
Berangkat dari situlah pihak RSUD Ngudi Waluyo Wlingi kabupaten Blitar berupaya mencari solusi. Agar pasien yang mengalami penyakit kronis segera bisa tertangani tanpa harus menunggu lama.
“Karena dulu masyarakat harus mengantri lama tapi dengan adanya inovasi ini tetap bersyukur bisa memotong proses yang lama tersebut menjadi lebih efisien sehingga pasien yang kronis bisa langsung menerima layanan medis,” terangnya.
RSUD Ngudi Waluyo Wlingi kabupaten Blitar sendiri rata-rata melayani pasien antara 300 hingga 500 orang per hari. Banyaknya jumlah pasien yang harus dilayani memaksa RSUD Ngudi Waluyo Wlingi untuk mencari solusi agar seluruh masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan bisa terlayani dengan maksimal.
Dengan adanya sistem dan inovasi Anoman ini kirim masyarakat jauh lebih mudah untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi.
“Ini masyarakat jadi lebih mudah dan lebih efisien untuk segera mendapatkan pelayanan medis dari Poli kesehatan yang dibutuhkan,” jelasnya.
Baca Juga: Ibu Kota Blitar Selatan Diusulkan Lodoyo dan Panggungrejo
Layanan Anoman ini hanya bisa dimanfaatkan oleh pasien yang sudah pernah berobat dan mendapatkan kartu pasien di RSUD Ngudi Waluyo. Sementara untuk pasien baru harus terlebih dahulu mendaftarkan diri dari resepsionis untuk memperoleh kartu pasien.
Sehingga nanti ketika membutuhkan pelayanan medis dan mengharuskannya kembali ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, mereka tidak perlu mengantri lama lagi.
Sistem kerjanya setiap pasien yang telah memiliki kartu tinggal menempelkan kartunya di tempat scan yang telah disediakan oleh pihak RSUD Ngudi Waluyo. Setelah itu di bagian monitor akan muncul berbagai menu tentang poli kesehatan yang akan digunakan oleh pasien.
Pasien pun tinggal memilih dan mengklik poli yang ingin dituju setelah itu kartu antrian akan keluar secara otomatis dari print out yang berada di bawah monitor.
“Sistemnya cukup mudah Apa sih yang tinggal menempelkan kartu dan pemilih voli kesehatan yang ingin digunakan kemudian antrian akan keluar dari print out dan pasien langsung bisa ke poli yang dituju tanpa harus mengantri lama di bagian resepsionis,” pungkasnya.
Pihak RSUD Ngudi Waluyo Wlingi kabupaten Blitar berharap dengan adanya inovasi ini kepuasan masyarakat tentang pelayanan kesehatan bisa meningkat. Selain itu diharapkan dengan adanya inovasi Ini layanan kesehatan bagi masyarakat bisa jauh lebih cepat dan efisien. Sehingga potensi fatalitas bisa diminimalisir. [owi/beq]






