Banyuwangi (beritajatim.com) – Pemkab Banyuwangi turut berupaya mencegah risiko jerat pinjaman online (pinjol) di kalangan aparatur sipil negara (ASN). Salah satu caranya dengan melakukan edukasi literasi keuangan kepada para pegawai pemerintah.
Para Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru di wilayah Kecamatan Rogojampi mendapat literasi keuangan. Kegiatan ini dilakukan di Aula Korwilkersatdik Rogojampi.
Pemkab menggandeng salah satu perbankan untuk memberikan edukasi pengelolaan keuangan kepada ratusan pegawai yang hadir.
“Dengan edukasi literasi keuangan ini, kami berharap para PPPK dapat mengelola keuangannya secara lebih baik, sehingga bisa berfokus untuk bekerja mengajar para anak didik di sekolah masing-masing,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
Bupati Ipuk juga meminta para PPPK agar bijak dalam menggunakan gaji mereka. Sehingga mereka tak sampai terjebak dalam jerat pinjol yang bunganya mencekik.
“Karena apabila setiap hari harus dikejar-kejar dengan tagihan pinjol, guru-guru tidak akan bisa maksimal dalam bekerja,” ujarnya.
Selain itu, kata Ipuk, para pegawai ini juga lebih selektif. Mereka juga harus smart dalam mengelola keuangan.
“Jadi dengan edukasi ini, kami ingin mereka bisa menggunakan pendapatannya untuk hal-hal yang tepat dibutuhkan, alih-alih hal-hal yang diinginkan,” pungkasnya. [rin/beq]






