Pasuruan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Pasuruan tengah menyiapkan langkah strategis untuk mengantisipasi kekeringan di wilayah rawan. Salah satunya dengan merencanakan pembangunan embung yang akan difokuskan di Kecamatan Lumbang.
Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, menyebut pembangunan embung merupakan solusi jangka panjang. “Kami ingin ada perencanaan komprehensif sebelum penanganan dilakukan,” ujarnya.
Menurut Rusdi, biaya pembangunan embung diperkirakan mencapai Rp60 hingga Rp80 miliar. Anggaran sebesar itu akan diupayakan melalui pemerintah pusat maupun provinsi karena keterbatasan dana daerah.
“Tahun depan transfer dana dari pusat ada pengurangan, jadi jelas kami tidak mampu jika hanya mengandalkan APBD,” imbuh Mas Rusdi sapaan akrabnya. Ia menekankan perlunya sinergi lintas pemerintah agar proyek bisa terealisasi.
Embung tersebut rencananya akan dibangun dengan metode tower dan sistem gravitasi. Distribusi air akan diarahkan ke tiga titik wilayah, yakni bagian timur, tengah, dan barat Kabupaten Pasuruan.
Mas Rusdi menjelaskan, kondisi geologi Lumbang yang didominasi gunung batu membuat pengeboran sumur dalam tidak efektif. “Meski sudah bor puluhan meter, air tetap tidak keluar, jadi kita butuh sumber air alternatif,” tegasnya.
Selama ini, penanganan kekeringan di Pasuruan masih mengandalkan mobil tangki. Namun, dengan adanya embung, pemerintah berharap pasokan air bisa lebih stabil.
“Kami ingin ke depan masyarakat tidak lagi kesulitan air bersih setiap musim kemarau,” katanya. Hal ini diharapkan juga bisa mendukung peningkatan sektor pertanian dan peternakan.
Jika pasokan air di Lumbang tercukupi, potensi ekonomi daerah akan meningkat. Produk susu sapi perah dari kawasan tersebut diyakini bisa berkembang lebih pesat.
“Dengan ketersediaan air, Lumbang bisa menjadi salah satu pusat penghasil susu di Pasuruan,” pungkasnya. Pemerintah optimistis pembangunan embung akan membawa manfaat besar bagi masyarakat. [ada/aje]






