Banyuwangi (beritajatim.com) – Sebuah kecelakaan menewaskan seorang sopir travel usai menabrak beton hingga menghantam truk yang terparkir di Banyuwangi pada Jumat (24/7/2026) dini hari.
Berdasarkan keterangan kepolisian, insiden kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 03.27 WIB di Jalan Raya Nasional Banyuwangi–Situbondo, tepatnya di depan Gudang Walet, Dusun Kebunrejo, Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo.
Kejadian tragis tersebut diduga terjadi karena sang sopir mengantuk. Fenomena tertidur sejenak atau microsleep kerap menjadi pemicu utama kecelakaan fatal di jalan raya.
Padahal, tragedi akibat hilangnya kesadaran dalam hitungan detik ini sebenarnya dapat dicegah jika pengemudi bersedia berhenti dan beristirahat sejenak.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi, Ipda Tri Pepri Alfian, menjelaskan, berdasarkan keterangan sejumlah saksi, kecelakaan bermula ketika mobil travel merek Hino Elf bernomor polisi P-7063-QA melaju dari arah utara menuju selatan.
Setibanya di lokasi kejadian, sopir travel berinisial TR (22), warga Kecamatan Wongsorejo, diduga hilang konsentrasi akibat mengantuk. Kendaraan yang dikemudikannya menjadi tidak terkendali, oleng ke kiri, lalu menabrak bangku beton.
Setelah menghantam bangku beton, mobil travel tersebut berputar lalu menabrak truk merek Mitsubishi bernomor polisi P-9560-UR. Saat kejadian, truk yang dikemudikan ADR (19), warga Kecamatan Licin, sedang terparkir di bahu jalan sebelah kiri.
“Dari keterangan beberapa saksi kecelakaan terjadi karena sopir diduga mengantuk. Akibatnya korban mengalami luka-luka pada kepala dan dilaporkan meninggal,” jelasnya.
Dalam kejadian itu, mobil travel tengah membawa penumpang berinisial ABT (20), warga Kecamatan Wongsorejo. Namun, penumpang tersebut selamat meski mengalami luka sobek pada telinga dan kaki.
“Selanjutnya para korban dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Wongsorejo untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Ipda Pepri.
Dari insiden tragis tersebut, Satlantas Polresta Banyuwangi turut mengimbau masyarakat agar mewaspadai bahaya microsleep saat berkendara.
Pengendara diimbau untuk selalu memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima sebelum bepergian serta beristirahat setidaknya setiap dua hingga tiga jam sekali. “Saya meminta masyarakat ingat bahwa keselamatan adalah yang utama, dan terlambat sampai di tujuan jauh lebih baik daripada tidak pernah sampai sama sekali,” tandasnya. [kun]






