Banyuwangi (beritajatim.com) – Pemkab Banyuwangi mulai menyiapkan langkah untuk mengantisipasi dampak el nino di daerahnya. Salah satunya memperhatikan mengenai irigasi dan menyesuaikan pola tanam.
Kepala Dinas PU Pengairan Guntur Priambodo menambahkan terkait antisipasi El Nino pihaknya bersama Dinas Pertanian telah mengimplementasikan Rencana Tata Tanam Global (RTTG) yang disusun berdasar kondisi ketersediaan air irigasi. Untuk saat ini, ada 7.408 ha sawah padi yang masuk dalam RTTG yang perlu mendapatkan air.
“Meski dengan kondisi kekeringan saat ini membutukan pasokan air hingga 1,5 kali lipat dari kondisi normal, saya kira kapasitas dam yang ada masih cukup bisa mengairi sawah hingga bulan November ke depan,” kata Guntur.
El nino ini, kata Guntur, menyebabkan tingkat evaporasi (penguapan) air di lahan pertanian sangat tinggi, sehingga sawah cepat kering. Maka Guntur berharap kebijaksanaan dari para petani.
“Saya mohon agar para petani bisa menghemat penggunaan air. Apabila ada kekurangan segera laporkan ke kami agar bisa disuplai dari irigasi terdekat,” ujarnya.
Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Banyuwangi, stok beras di Banyuwangi jumlahnya mencukupi sampai akhir tahun. Total luas panen padi di Banyuwangi untuk bulan September, Oktober dan November ada 28.875 hektar dengan produksi 192.797 ton gabah atau 122.807 ton beras. Sementara jumlah konsumsi beras penduduk Banyuwangi berkisar 14 ribu ton/bulan. (rin/kun)
BACA JUGA: Dampak El Nino, Banyuwangi Pantau Irigasi Antisipasi Produksi Pangan






