Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak usai digelar. Kini masuk tahap rekapitulasi tingkat kabupaten/kota. Tak lama lagi fase rekapitulasi tingkat provinsi dilakukan. Siapa pemenang Pilkada, sebagian besar telah diketahui.
Hanindhito Himawan Pramana, politikus PDIP, terpilih kembali sebagai Bupati Kediri. Masa jabatan 2025-2030 adalah periode kedua kepemimpinannya. Dia menjabat sebagai orang pertama di Kabupaten Kediri di periode 2020-2024. Mas Dhito, panggilan akrab Hanindito, adalah putra sulung politikus senior PDIP: Pramono Anung Wibowo.
Sementara, Pramono Anung juga terjun ke kancah Pilkada serentak 2024. Dia masuk bursa Pilgub DKI Jakarta. Berduet dengan Rano ‘Si Doel’ Karno. Duet cagub-cawagub yang diusung PDIP unggul dengan 50,07 persen suara vis a vis dua kompetitornya: Ridwan Kamil-Suswono dan Dharma Pongrekun-Kun Wardana.
Regulasi yang ada menyebutkan, Pilgub DKI Jakarta berlangsung sekali putaran jika ada kandidat yang memperoleh dukungan politik 50 persen plus 1. Aturan main ini berbeda dengan Pilgub di provinsi lain di Indonesia. Peraih suara terbanyak otomatis sebagai The Winner pada Pilgub di provinsi lainnya di Indonesia.
Pram dan Mas Dhito adalah bapak dan anak yang sama-sama terjun di dunia politik. Keduanya bertarung di kontestasi politik 2024. Pram di bursa Pilgub DKI Jakarta, daerah dengan kapasitas APBD Rp70 triliun lebih.
Di sisi lain, Mas Dhito sejak 2020 jadi pengendali utama Pemkab Kediri dan hasil Pilkada 2024 mengamanatkan kembali dia sebagai orang pertama di Kabupaten Kediri. Kapasitas APBD Kediri tahun 2023 sekitar Rp3,1 triliun.
Dilihat dari skala dan kapasitas anggaran, Jakarta beda dengan Kediri. DKI Jakarta bukan lagi sebagai kota besar. Jakarta itu kota metropolitan. Jadi jantung pemerintahan dan ekonomi nasional. PDRB Jakarta tahun 2023 diperkirakan sekitar Rp3.200 triliun. Provinsi Jatim punya kapasitas PDRB di tahun yang sama sekitar Rp2.850 triliun. Jakarta yang pertama dan Jatim di posisi kedua.
Kabupaten Kediri punya posisi strategis dalam lanskap perekonomian Jatim dan nasional. Kediri jadi sentra pangan dan industri berbasis pertanian dan perkebunan penting di Jatim. Daerah ini penghasil pangan dalam arti luas. Tahun 2024 ini, diperkirakan Kediri mampu memproduksi 174.027 ton Gabah Kering Giling (GKG).
Tak hanya hasil pertanian. Populasi ternak, khususnya sapi, juga besar. Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kediri, populasi sapi di daerah ini menunjukan tren meningkat, di mana pada 2020 sebanyak 232.800 ekor dan 2022 jumlah sapi sebanyak 234.431 ekor.
Industri manufaktur berbasis tembakau, yakni rokok PT Gudang Garam (Persero) Tbk., memang berlokasi di wilayah administrasi Kota Kediri. Namun demikian, Kabupaten Kediri juga menerima implikasi positif bersifat multiperspektif.
Misalnya, Kabupaten Kediri jadi sumber tenaga kerja yang bekerja di industri rokok, mendinamisasi kegiatan sosial ekonomi di Kabupaten Kediri, dan yang terbaru jadi lokasi Bandar Udara Dhoho yang berada di Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri. Bandar udara ini level internasional dan telah operasional sejak beberapa bulan lalu.
Dunia politik via jalur PDIP telah membukakan jalan ladang pengabdian kepada rakyat bagi Pram dan Mas Dhito. Pram memimpin kota metropolitan, kota terbesar di Indonesia, dengan kultur masyarakat urban yang dinamis dan mobile.
Sedang Mas Dhito mengendalikan pemerintahan di Kediri yang dikenal sebagai wilayah sumber pangan, lokasi industri manufaktur berbasis perkebunan, seperti pabrik rokok dan pabrik gula, wilayah yang kental dengan nuansa rural yang guyub, gemuyub, dan relasi kekerabatan yang kuat.
Sebagai politikus senior di Indonesia dari PDIP, watak dan karakter berpolitik Pram smooth, smart, terkontrol, dan stabil. Dia bukan tipologi politikus yang bicaranya meledak-ledak. Gaya komunikasinya tenang dan terkontrol. Sehingga peluang terpeleset dan keseleo lidah sangat kecil.
Pram bukan politikus yang suka bikin sensasi dan kontroversi. Nada dan isi pembicaraannya terukur, datar, stabil, dan substanstif. Kekuatan dia yang lain adalah politik merangkul dan menjalin relasi dengan semua kalangan dilakukan secara konsisten. Satu lawan terlalu banyak. Seribu sahabat terlalu sedikit dan wajib ditambah.
PDIP menjadi wadah politik yang dipilih dan digelutinya. Dia istiqomah dan loyal kepada partai kaum Nasionalis ini. Dia penggagum Bung Karno, pendiri PNI dan alumni ITB, lembaga pendidikan di mana Pram pernah berkuliah di Fakultas Pertambangan.
Dia menjadi orang kepercayaan Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDIP. Tak heran ketika menit-menit terakhir, Mega mesti memutuskan siapa kadernya yang diusung di Pilgub DKI Jakarta. Pilihannya jatuh kepada Pram: Sosok loyalis Mega dan istiqomah menjadikan PDIP sebagai rumah politiknya yang pertama dan terakhir.
Tak berbeda jauh dengan Pram, karakter dan langgam kepemimpinan Mas Dhito juga tenang, tak meledak-ledak saat berkomunikasi, dan mengedepankan harmoni dibanding konflik. Selama 3,5 tahun lebih memimpin Kediri, nyaris tak pernah ada kontroversi yang dibuatnya. Mas Dhito termasuk pemimpin muda, selain Bupati Tuban, Bupati Trenggalek, dan Bupati Gresik.
Terpilihnya kembali Mas Dhito sebagai Bupati Kediri periode 2025-2030 mengindikasikan kepemimpinannya tetap diharapkan dan didukung mayoritas warga Kediri. Mas Dhito tak jauh dengan Pram: Tenang, stabil, komunikasinya terukur dan terkontrol. Hal itu penting bagi pemimpin publik, seperti Gubernur dan Bupati.
Di era komunikasi digital seperti sekarang, sedikit kesalahan komunikasi seorang tokoh, bisa berubah jadi ajang sumpah serapah tak terkontrol di media sosial. Demokrasi digital membuka sangat lebar ruang kontrol, koreksi, dan kritik tajam dari rakyat kepada pemimpin. Tanpa ada yang mampu membarikade.
Kasus Gus Miftah memberikan banyak hikmah dan pelajaran penting tentang pentingnya keadaban dan tata krama komunikasi politik pemimpin. Sebab, pemimpin itu mesti diteladani. Pemimpin itu digugu dan ditiru. Itu posisi dan tugas pemimpin.
Di alam demokrasi seperti sekarang, ketika demokrasi elektoral jadi instrumen politik untuk menyeleksi dan memilih pemimpin publik, Pram dan Mas Dhito membuktikan mampu mengikuti, lolos, dan tampil sebagai pemenang. Proses Pilgub DKI Jakarta dan Pilkada Kediri yang berintegritas telah menghasilkan keduanya sebagai pemenang: Pram bakal ditetapkan sebagai Gubernur terpilih DKI Jakarta dan Mas Dhito tampil sebagai Bupati terpilih Kediri.
Ainur Rohim,
Direktur Utama dan Penanggung Jawab beritajatim.com







2 Komentar
alhamdulillah kita mempunyai pemimpin2 seperti beliau2..mudah mudahan Alloh SWT.memberikan kemudahan dalam mengemban amanah sebagai pemimpin yang adil untuk umat,amiiin
alhamdulillah kita akan mempunyai pemimpin2 seperti beliau2,mudah mudahan Alloh SWT akan memberikan kemudahan dalam setiap urusannya untuk mengemban tugas negara,,Amiiin