Yuyun Khairun Nisa, mahasiswi Program Studi Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember, di Kabupaten Jember, Jawa Timur, berhasil menyeimbangkan urusan kuliah dengan aktivitas luat kampus. Selain lulus dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) tertinggi di FIB, dia juga menjadi bagian dari tim staf khusus (stafsus) Wakil Presiden RI.
Yuyun direkrut menjadi anggota tim oleh Staf Khusus Wakil Presiden RI oleh Ikhsan Abdullah. Semua berawal saat ia terlibat dalam kepanitiaan komunitas Madrasah Quran Aswaja (MQA) di Cirebon. Ikhsan Abdullah yang asli Cirebon dan mendukung kegiatan MQA tertarik dengan sepak terjangnya.
Ikhsan menawari Yuyun kesempatan untuk bergabung. Tugasnya menyiapkan materi presentasi, makalah, sumber referensi dan kebutuhan akademis lain bagi Staf Khusus Wakil Predisen RI hingga saat ini. Bahkan di bulan Desember ini sudah ada dua tugas menantinya.
Sebelum bergabung dengan stafsus wapres, Yuyun aktif di sejumlah organisasi, antara lain sebagai koordinator Jaringan dan Kemitraan Peace Leader Indonesia, bendahara di Puan Menulis, English Department Student Association dan University Student English Forum FIB Unej, dan koordinator media She Builds Peace yang diprakarsai Asian Muslim Action Network Indonesia.
Aktif dalam berbagai organisasi, Yuyun berhasil meraih IPK 3,64 dan menjadi lulusan FIB dengan IPK tertinggi di wisuda periode III tahun akademik 2022/2023. “Saya kurang tahu pasti bagaimana cara mengaturnya. Karena selama ini saya melakukan apa yang saya sukai, sehingga tidak merasa keberatan dan mengganggu tugas kuliah,” katanya sebagaimana dilansir Humas Unej, Jumat (16/12/2022).
Yuyun tak punya belajar spesifik. Namun, minimal setiap sebelum tidur, dia menyempatkan diri untuk membaca buku/ Saat bepergian dia membawa buku. Namun Yuyun mengakui hanya tidur empat jam sehari.
Yuyun merasa banyak kegiatan luar kampus banyak membantu urusan kuliah. “Di kampus saya juga belajar tentang gender, relasi kuasa, dan lainnya, begitupun di komunitas. Mungkin karena ada pada satu rumpun yang sama, yakni ilmu humaniora,” katanya.
Doa adalah salah satu senjata andalan Yuyun. “Saya berusaha untuk istiqomah memohon kelancaran dalam proses belajar di kampus, misalnya dengan sholat dhuha, mengaji, sholat malam, berzikir dan lain sebagainya. Saya juga tidak lupa untuk meminta doa kepada orang tua, khususnya ibu, dan guru-guru saya,” katanya. [wir/kun]






