Pasuruan (beritajatim.com) – Tren positif terkait angka pengangguran terus terlihat di Kabupaten Pasuruan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di wilayah ini dilaporkan mengalami penurunan drastis alias signifikan.
Hal ini menunjukkan efektivitas berbagai pendekatan yang dilakukan Pemkab Pasuruan untuk menekan angka pengangguran dan meningkatkan kualifikasi para pencari kerja agar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pasuruan, TPT pada tahun 2024 tercatat sebesar 5,02 persen. Angka ini mengalami penurunan yang cukup berarti, yakni 0,46 persen poin, dibandingkan dengan TPT pada tahun 2023.
Kepala BPS Kabupaten Pasuruan, Arif Joko Sutejo, merinci data ketenagakerjaan di wilayahnya. Menurutnya, jumlah penduduk yang berhasil mendapatkan pekerjaan pada tahun 2024 sebanyak 929,47 ribu orang.
“Hal ini mencerminkan besarnya jumlah angkatan kerja yang terserap ke dalam berbagai sektor perekonomian. Sektor jasa menjadi penyerap jumlah pekerja terbanyak di Kabupaten Pasuruan, yaitu mencapai 40,97 persen,” jelas Araf
Arif juga mengatakan bahwa sektor manufaktur jadi posisi kedua yang menyerap sebanyak 33,89 persen tenaga kerja. Sementara itu, sektor pertanian mencatat porsi penyerapan tenaga kerja yang paling kecil dibandingkan kedua sektor lainnya.
Meskipun TPT mengalami penurunan dan jumlah penduduk bekerja cukup besar, BPS mencatat jumlah pengangguran di Kabupaten Pasuruan pada tahun 2024 masih mencapai 49.113 orang. Namun, perlu dicatat bahwa angka ini sudah jauh berkurang.
Dibandingkan lima tahun silam yang mencapai 53.865 orang, jumlah pengangguran pada tahun 2024 telah berkurang sebanyak 4.752 orang, menunjukkan adanya perbaikan jangka panjang dalam kondisi ketenagakerjaan. BPS juga menyoroti TPT berdasarkan jenjang pendidikan, di mana lulusan SMA memiliki TPT tertinggi 11,24 persen dibandingkan jenjang pendidikan lainnya.
Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja di Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pasuruan, Insananto Rusarandi, menjelaskan salah satu upaya yang dioptimalkan adalah peranan tim Training Need Analysis (TNA) yang baru dibentuk akhir tahun lalu.
“Tim ini akan melakukan analisis mendalam terhadap kebutuhan tenaga kerja di perusahaan-perusahaan, sehingga pencari kerja memiliki kualifikasi yang dibutuhkan,” kata Didit sapaan akrabnya.
Tim TNA akan mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan kompetensi yang relevan, yang hasilnya menjadi acuan program pelatihan di Unit Pelaksana Teknis Dinas-Latihan Kerja Daerah (UPTD-LKD) Rejoso. Didit menambahkan, TNA juga menggali minat dan bakat pencari kerja, menyadari bahwa latar belakang pendidikan saja tidak cukup, namun passion juga berpengaruh.
Di samping program TNA, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pasuruan juga rutin menggelar Penyuluhan dan Bimbingan Jabatan (PBJ). Kegiatan ini bertujuan untuk membantu para pencari kerja, siswa, dan mahasiswa dalam mempersiapkan diri secara matang sebelum memasuki dunia kerja.
Dengan berbagai pendekatan ini, Pemkab Pasuruan optimis dapat terus menekan angka pengangguran dan menciptakan tenaga kerja yang lebih kompeten dan sesuai dengan tuntutan pasar, demi kemajuan ekonomi Kabupaten Pasuruan. [ada/aje]






