Jombang (beritajatim.com) – Angin kencang mengamuk di sejumlah desa di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menyebabkan kerusakan pada belasan rumah dan satu korban mengalami luka-luka, Rabu (4/2/2026). Desa yang terdampak termasuk Kedungpapar, Sumobito, serta Desa Plemahan di Kecamatan Sumobito.
Dari ketiga desa tersebut, yang paling parah terdampak adalah Dusun Mojodadi Desa Plemahan, yang mengalami kerusakan pada 15 rumah.
Menurut Kepala Dusun Mojodadi, Ahmad Riski Perdana Putra, terdapat dua rumah yang rusak berat, empat rumah rusak sedang, dan sisanya rusak ringan. “Sebagian besar kerusakan terjadi pada bagian atap, namun ada juga tembok yang roboh,” kata Ahmad. Total kerugian yang ditaksir sekitar Rp60 juta.
Selain kerusakan material, angin kencang juga menyebabkan satu korban terluka. Fitria (63), seorang warga Dusun Mojodadi, mengalami lecet-lecet pada punggungnya setelah tertimpa asbes saat berusaha menyelamatkan diri.
“Saat lari dari rumah, punggung saya tertimpa. Tadi sudah berobat,” ujar Fitria dengan suara penuh kekhawatiran. Ia menambahkan, kejadian tersebut terjadi saat hujan deras mulai mengguyur wilayahnya sekitar pukul 15.00 WIB, di mana angin kencang datang setengah jam setelahnya.
Fitria menjelaskan, angin yang datang begitu tiba-tiba membuatnya tidak sempat menutup pintu rumah. “Angin bergulung-gulung dari arah utara. Begitu ada atap yang runtuh, saya langsung bergegas menyelamatkan diri, namun tertimpa reruntuhan,” tambahnya.
Kepala Dusun Mojodadi juga mengungkapkan bahwa pohon-pohon besar di sekitar wilayahnya tumbang akibat terjangan angin kencang tersebut. Selain Dusun Mojodadi, Desa Betek dan Karobelah di Kecamatan Mojoagung juga terdampak, namun belum diketahui berapa banyak rumah yang rusak di kedua desa tersebut. [suf]






