Jember (beritajatim.com) – Anggota badan usaha milik daerah (bumdesma) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, diminta menjadi agen pengendali inflasi. Saat ini ada 26 bumdesa di 31 kecamatan.
Permintaan ini dilontarkan Bupati Hendy Siswanto, usai menghadiri acara halalbihalal di Pemandian Patemon, Kecamatan Tanggul, Kamis (4/5/2023). “Dengan bantuan bumdesma, Jember akan lebih cepat maju,” katanya.
Selama ini, Hendy memandang kegiatan pengelolaan keuangan yang dilakukan bumdesma sudah cukup bagus. Namun dia berharap bumdesma mau bergerak di bidang perdagangan bahan pokok penting (bapokting).
“Karena Pemkab Jember sedang terus mengawal inflasi. Salah satunya adalah dengan cara bagaimana harga bapokting murah. Itu bisa dibantu oleh bumdesma yang punya anggota cukup banyak,” kata Hendy.
“Anggota bumdesma bisa menjadi agen, bukan sebagai konsumen. Bumdesma sebagai grosir atau distributor. Agen masih bisa menjual lagi dan memperoleh profit. Kalau ini terjadi, kekuatan ekonomi kita akan bergerak sangat dahsyat. Kami sangat berharap banyak kepada teman-teman bumdesma mengembangkan ini. Pemkab Jember akan mendukungnya,” kata Hendy.
Namun Hendy berpesan agar bumdesma benar-benar mengkalkulasi banyak hal jika ingin mengembangkan bisnis. Selama ini mayoritas bumdesma lebih bergerak di bidang simpan pinjam keuangan. “Bentuk simpan pinjam lebih aman. Tapi kalau mengembangkan bisnis ekonomi yang lain, harus hati-hati, harus ada hitung-hitungan. Jangan sampai ada uang yang tertahan dalam investasi yang tidak bisa bergerak. Ini saya ingatkan, harus ada kajian ekonomisnya,” katanya. [wir]






