Pamekasan (beritajatim.com) – Tampil cemerlang bersama Madura United FC tak membuat Andy Irfan bertahan. Pemain muda bernomor punggung 17 itu resmi mengakhiri kontraknya bersama tim berjuluk Laskar Sape Kerrab, meskipun mendapat kesempatan bermain reguler sepanjang kompetisi Liga 1 2024–2025.
Andy Irfan menjadi salah satu pemain kunci keberhasilan Madura United bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Performa impresifnya, khususnya pada putaran kedua Liga 1, turut menyelamatkan tim dari ancaman degradasi.
“Assalamu’alaikum, satu musim yang berat kita lalui bersama untuk tetap bertahan di Liga 1 musim ini. Kami sangat senang dan bahagia dengan satu gol dan satu assist ke gawang Bali United bisa menyelamatkan Madura (dari degradasi) di Liga 1,” tulis Andy Irfan melalui akun media sosial pribadinya, Senin (26/5/2025).
Sayangnya, perpisahan ini justru terasa pahit bagi Andy. Ia tidak diturunkan saat laga terakhir musim ini melawan PSS Sleman di Stadion Gelora Bangkalan, Sabtu (24/5/2025).
“Hari ini kami sangat sedih karena ibu yang datang dari Makassar untuk melihat kamu bermain langsung di lapangan, ternyata nama kami tidak ada di line up (kontra PSS Sleman). Tapi inilah sepak bola, kami harus menerima senang dan semua rasa kecewa,” ungkapnya.
Andy Irfan juga menyampaikan ucapan perpisahan kepada seluruh elemen klub dan suporter Madura Bersatu yang selama ini setia mendukungnya.
“Untuk semua suporter dan elemen klub Madura United, kami ijin pamit, semoga kita bisa berjumpa di lain waktu,” jelasnya. “Mohon maaf atas semua salah kata dan perbuatan, salam Madura Bersatu,” pungkasnya. [pin/beq]






