Surabaya (beritajatim.com) – Kiper Persebaya Andhika Ramadhani menegaskan tekadnya untuk bangkit dari keterpurukan pada pertandingan sebelumnya saat menghadapi Malut United.
Persebaya dijadwalkan bertemu Malut United di Stadion Gelora Kie Raha, Kamis (23/4) malam. Meski menghadapi lawan dengan kualitas pemain yang mumpuni, Andhika mengaku tidak gentar.
Ia mengakui timnya datang dalam kondisi kurang ideal setelah menelan dua kekalahan beruntun dalam laga terakhir. Namun, skuad asuhan Bernardo Tavares telah melakukan persiapan maksimal untuk menghadapi pertandingan ini.
“Kami sebagai pemain bersama tim pelatih sudah mempersiapkan diri dengan baik. Insya Allah kami siap menghadapi pertandingan besok dan berusaha meraih kemenangan. Yang terpenting, kami harus bisa memaksimalkan setiap kesempatan yang ada di pertandingan nanti,” ujar Andhika.
Di sisi lain, Malut United juga berada dalam tren kurang baik setelah mengalami dua kekalahan beruntun. Meski demikian, Andhika tetap memberikan respek tinggi terhadap calon lawannya tersebut.
Menurutnya, Malut United dihuni oleh pemain-pemain berpengalaman yang memiliki kualitas tinggi dan tidak bisa dianggap remeh.
“Kami tahu Malut United memiliki banyak pemain berpengalaman dan berkualitas. Namun kami juga punya pemain-pemain yang tidak kalah bagus. Karena itu kami harus tetap fokus sepanjang pertandingan,” jelasnya.
Secara statistik, Malut United termasuk tim produktif di kompetisi musim ini dengan torehan 54 gol. Ketajaman mereka ditopang lini depan yang dihuni penyerang tajam seperti David da Silva, serta kreativitas pemain seperti Tyronne del Pino, Yakob Sayuri, Yance Sayuri, hingga Ciro Alves.
Menghadapi kekuatan tersebut, Andhika menegaskan dirinya akan tetap fokus menjalankan tugas di bawah mistar gawang. Ia juga menyoroti pentingnya komunikasi antar lini, khususnya di sektor pertahanan.
“Kunci lainnya adalah komunikasi di lini pertahanan. Kami harus terus berkoordinasi dengan pemain belakang seperti Risto, Gustavo, Leo, dan yang lainnya agar pertahanan tetap solid,” katanya.
Kiper berusia 27 tahun itu juga menekankan pentingnya menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan. Menurutnya, kekompakan lini belakang akan menjadi faktor penentu untuk meredam serangan lawan.
“Mereka memang punya beberapa pemain berbahaya, tetapi kami harus siap mengantisipasi itu. Dengan komunikasi yang baik dan fokus sepanjang laga, kami berharap bisa meredam serangan mereka dan menjaga gawang tetap aman,” tegasnya. (way/but)






