Surabaya (beritajatim.com) – Derbi Jawa Timur (Jatim) antara Arema FC dan Persebaya Surabaya dipastikan tidak akan digelar di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Sebagai gantinya, laga yang berlangsung Selasa (28/4/2026) ini akan berlangsung di Bali.
Keputusan pemindahan venue tersebut diambil berdasarkan rekomendasi aparat kepolisian serta operator kompetisi. Pertandingan Super League 2025/2026 itu rencananya akan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta.
Polres Malang melalui surat dengan nomor B/666/IV/YAN.2.1./2026 tertanggal 21 April 2026, telah menyatakan belum merekomendasikan penggunaan Stadion Kanjuruhan untuk pertandingan tersebut.
Selain itu, I League sebagai operator kompetisi Super League, juga menerbitkan surat bernomor 371/LI-KOM/IV/2026 terkait penyesuaian venue pertandingan.
Pemilihan Stadion Kapten I Wayan Dipta dinilai sebagai opsi realistis untuk derbi Jawa Timur. Selain faktor keamanan dan kesiapan infrastruktur, kandang Bali United itu sudah beberapa kali menjadi kandang alternatif Arema FC dalam laga berisiko tinggi.
Stadion Kanjuruhan sendiri masih menyisakan trauma mendalam. Pada 1 Oktober 2022, ketika kedua tim terakhir kali bertemu di sana, terjadi Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan sekitar 135 orang. Sejak peristiwa itu, Arema FC belum pernah lagi menjamu Persebaya di stadion tersebut.
Dalam beberapa pertemuan terakhir sebagai tuan rumah, Arema FC selalu menggunakan Stadion Kapten I Wayan Dipta. Namun, venue ini belum sepenuhnya membawa keberuntungan bagi tim berjuluk Singo Edan.
Dalam dua laga kandang melawan Persebaya di Gianyar, Arema FC belum pernah meraih kemenangan. Singo Edan meraih satu hasil imbang dan satu kekalahan. (faw/kun)






