Magetan (beritajatim.com) – Pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada Magetan digelar pada 22 Maret 2025, dan aparat keamanan telah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan jalannya proses demokrasi yang kondusif. Wakil Kepala Kepolisian Resor (Waka Polres) Magetan, Kompol Dodik Wibowo, memberikan gambaran mengenai kondisi keamanan di beberapa desa yang akan melaksanakan PSU.
Menurut Kompol Dodik, situasi di Desa Selotinatah terbilang cukup baik meskipun mayoritas warganya merupakan anggota perguruan silat dari PSH Winongo maupun PSH
“Untuk konflik antar perguruan, alhamdulillah insya Allah tidak ada. Masyarakat juga tidak mudah terprovokasi dan taat hukum,” ujarnya, Jumat (21/3/2025)
Sebagian besar warga desa ini berprofesi sebagai petani, yang turut mendukung stabilitas sosial. Kondisi serupa juga ditemukan di TPS 1 Kinandang dan TPS 4, di mana masyarakatnya memiliki karakteristik yang sama.
Keamanan di beberapa wilayah lain juga menjadi perhatian. TPS 1 Desa Nguri Lembeyan serta Desa Jenata memiliki karakteristik masyarakat yang serupa dengan Selotinatah, sehingga diharapkan PSU dapat berlangsung dengan aman dan tertib.
Polres Magetan telah menyiapkan ratusan personel untuk menjaga keamanan dalam berbagai tahap PSU. Sebelum hari H, 140 personel Polri telah diterjunkan untuk memantau situasi. Saat pendistribusian logistik, sebanyak 255 personel dikerahkan untuk memastikan kelancaran distribusi. Hari pencoblosan PSU (22 Maret 2025) akan melibatkan 554 personel guna mengamankan TPS dan sekitarnya.
Setelah pemungutan suara, 200 personel disiagakan untuk mengantisipasi potensi gangguan pasca pemungutan suara. Selain itu, pengamanan juga mendapat dukungan dari Satuan Brimob Polda Jatim dengan 100 personel dan Kodim Magetan yang menurunkan 130 personel tambahan.
Dengan pengamanan yang matang, pihak kepolisian berharap PSU dapat berlangsung dengan lancar tanpa hambatan. Kompol Dodik menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga ketertiban dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin mengganggu stabilitas pemilu.
“Harapan kami, masyarakat tetap menjaga ketertiban dan tidak mudah terprovokasi. Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Dengan sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat, diharapkan pemungutan suara ulang Pilkada Magetan dapat berjalan dengan sukses, adil, dan transparan. [fiq/kun]






